News Ticker

Bengkulu Termasuk Dalam Enam Provinsi Sorotan KPK

Rabu, 21 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya memang menyoroti secara mendalam provinsi Bengkulu. Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Laode mengatakan, selama ini lembaga antirasuah itu terus mengawasi provinsi yang terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera tersebut.

Hasilnya, KPK menangkap tangan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari dalam operasi senyap. Selain Bengkulu, KPK juga menyoroti 6 provinsi lain.

“Salah satu memang Bengkulu yang diperhatikan. Tapi kalau informasinya yang ada tentang Bengkulu, ya Bengkulu dulu (yang didalami),” kata Laode.

Saat ini KPK memiliki pilot province. Setidaknya ada 6 provinsi yang terus diawasi KPK secara intensif. Namun, prioritas ini tak berarti KPK mengendurkan pengawasan di provinsi lain. (Baca juga: OTT KPK Bengkulu Lagi, Gubernur Dan Uang Tunai Diamankan)

“Ya kebetulan di Bengkulu, tapi detailnya nanti malam atau besok mungkin,” ucap Laode.

Selain Ridwan Mukti dan istrinya, KPK juga menangkap tiga orang lainnya yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

Dalam operasi tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK menyita sejumlah uang pecahan rupiah dalam satu kardus, yang diduga uang suap.

“Diduga ada transaksi yang terjadi antara pihak swasta dan pihak terkait penyelenggara negara setempat. Tim juga mengamankan sejumlah uang dalam mata uang rupiah di dalam satu kardus,” kata dia.

KPK pun langsung menerbangkan kelimanya ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bersama Ridwan dan Lily, penyidik juga mengamankan tiga orang lainnya, salah satunya Rico Diansari. Rico diketahui merupakan pemilik PT Rico Putra Selatan yang juga merupakan Bendahara Partai Golkar Daerah Bengkulu. Dia diduga sebagai pihak perantara dalam perkara suap proyek jalan ini.

“Pihak perantara yang kami amankan, yang merupakan bendahara dari salah satu partai politik di sana,” ujar Febri.

Perusahaan milik Rico sempat mengerjakan sejumlah proyek jalan di wilayah Bengkulu. Salah satu proyek yang dikerjakan di Kabupaten Seluma, dengan nilai anggaran mencapai Rp 8 miliar. (Baca juga: Diduga Terima Suap, Gubernur Bengkulu Dan Istrinya Dibawa Ke Kantor KPK)

Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan suap yang diduga menjerat Gubernur Bengkulu dan istri terkait proyek jalan.

“Itu kayaknya peningkatan jalan. Suap mungkin. Tapi saya belum dengar, saya baru dikabarin lewat telepon,” kata Agus di Gedung PTIK, Jakarta Selatan.

Pihak KPK kini memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum bagi Ridwan Mukti, Lily, Rico dan dua orang lainnya yang kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.(ARN)

Sumber: liputan6

About ArrahmahNews (12559 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: