Berita Terbaru

Buntut Kisruh Saudi-Qatar, Saling Bunuh antar Teroris Menggila di Idlib

Rabu, 21 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, IDLIB – Kelompok-kelompok teroris telah mengintensifkan operasi pembunuhan di Idlib setelah memanasnya situasi antara Doha dan Riyadh. (Baca juga: Perang Super Sengit Tentara Suriah dengan Teroris di Barat Laut Damaskus)

Setelah pertikaian antara Arab Saudi dan Qatar muncul, Abdullah Muhammad al-Muhaysini, komandan dan Mufti (pemimpin agama) Tahrir al-Sham Hay’at (Dewan Pembebasan Levant), meminta kelompok-kelompok teroris lain untuk bergabung dengan Front al-Nusra. (yang juga dikenal sebagai Front Fatah al-Sham atau Dewan Pembebasan Levant) dengan dalih bahwa Riyadh ingin menarik dukungan bagi militan dan akan menyerahkan mereka semua ke AS.

Dia juga meminta Yasser Abdolrahim, salah satu komandan Free Syrian Army (FSA), untuk bergabung dengan al-Nusra namun permintaan itu tidak ditanggapi. Abdolrahim lolos dari usaha pembunuhan setelah menolak usulan al-Muhaysini dan mengancamnya untuk balas dendam. (Baca juga: Pertempuran antar Teroris Kian Memanas di Idlib)

Sumber-sumber lapangan yang dikutip FNA juga menggarisbawahi bahwa kelompok teroris di Idlib menghadapi situasi yang menyedihkan karena pembunuhan yang meningkat ini, menambahkan bahwa al-Nusra menggunakan kekisruhan antara Doha dan Riyadh dan ingin membujuk kelompok-kelompok teroris lainnya, termasuk FSA, untuk bergabung dengan al -Nusra.

Menurut laporan, Muhaysini telah berhasil lolos dari kematian dalam dua percobaan pembunuhan dalam beberapa hari terakhir, akibat operasi pembunuhan terhadap komandan teroris yang semakin intensif di Idlib.

Situs berita yang berafiliasi dengan kelompok oposisi melaporkan awal bulan ini bahwa mobil yang membawa al-Muhaysini diserang di dekat Ma’arat al-Numan di Idlib pada 7 Juni dan dia terkena sebuah tembakan di kakinya.

Sepuluh hari kemudian, al-Muhaysini nyaris saja mati dalam usaha pembunuhan yang mengakibatkan kematian salah satu pengawalnya.

Dalam upaya untuk membunuh al-Muhaysini, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di samping mobilnya di dekat Masjid Abuzar Qaffari di pusat kota Idlib, namun mufti Tahrir al-Sham Hay’at itu lolos dari kematian sementara pengawalnya terbunuh.

Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dan menghentikan komunikasi udara dan laut satu minggu setelah KTT Arab Islam Amerika di Riyadh, dengan tuduhan Doha mendukung organisasi teroris dan mendestabilisasi situasi di Timur Tengah.

Kemudian, Libya, Maladewa, Mauritius dan Mauritania bergabung dengan daftar negara tersebut untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha.

Yordania dan Djibouti juga telah mengumumkan bahwa Amman dan Djibouti memutuskan untuk mengurangi status diplomatik mereka setelah mempelajari alasan di balik ketegangan antara Kairo, Riyadh, Abu Dhabi dan Manama dengan Qatar. (ARN)

About ArrahmahNews (11819 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: