NewsTicker

Situs Intelijen AS: Israel Miliki Fasilitas Mata-mata Terbesar di Dekat Bab al-Mandab

Jum’at, 23 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Situs intelijen AS, Stratfor, mengungkap bahwa rezim Israel telah menggunakan Pulau Dahlak di Eritrea untuk mengumpulkan intelijen di negara-negara yang jadi target Israel di kawasan.

Sejak didirikan pada tahun 1948 di wilayah Palestina yang diduduki, rezim Israel telah melakukan upaya tanpa henti untuk memata-matai negara-negara di kawasan dengan menggunakan berbagai cara dan instrumen.

Stratfor, sebuah perusahaan intelijen global yang dikenal sebagai agen bayangan CIA, telah menerbitkan sebuah laporan, yang mengungkap bahwa rezim Israel menggunakan Pulau Eritrea sebagai basis mata-mata.

Situs Stratfor telah memperjelas bahwa Tel Aviv menyewa salah satu pulau Eritrea yang dikenal sebagai Dahlak, yang dekat dengan selat Bab-el-Mandeb yang strategis di Laut Merah, untuk memata-matai negara-negara regional.

Mengutip sumber diplomatik , Stratfor mencatat bahwa Tel Aviv berusaha untuk memiliki keberadaan yang terbatas namun efisien di pulau itu untuk memastikan bahwa aktivitasnya di negara Afrika itu tidak terungkap.

Situs web tersebut menambahkan bahwa setiap langkah dari dan ke Bab-el-Mandeb, yang merupakan pintu gerbang Laut Merah, berada di bawah pengawasan ahli-ahli Israel yang ditempatkan di Pulau Eritrean.

Dahlak sebenarnya adalah sebuah kepulauan yang berisi lebih dari 100 pulau kecil yang luasnya mencakup 700 kilometer persegi, dan berjarak sekitar 43 kilometer dari pantai Eritrea.

Menurut Stratfor, pangkalan tersebut merupakan fasilitas mata-mata terbesar dan pangkalan angkatan laut terbesar kedua dari rezim Israel di wilayah-wilayah yang diduduki Tel Aviv.

Laporan Stratfor menambahkan bahwa sesuai kesepakatan antara rezim Israel dan pemerintah Eritrea, Tel Aviv telah menggunakan selama bertahun-tahun Pulau untuk memata-matai tujuan. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa pada tahun 1996, Eritrea menggunakan kapal militer Israel untuk menduduki Pulau Hanish di Yaman, Tel Aviv juga menawarkan bantuan logistik kepada pemerintah Eritrea selama konflik dengan Sana’a. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: