NewsTicker

Sekjen Hizbullah: Krisis Regional Melayani Kepentingan Zionis Israel

Sabtu, 24 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, LEBANON – Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah mengatakan bahwa krisis di Timur Tengah dan Afrika Utara melayani kepentingan rezim Israel.

Nasrallah mengatakan bahwa tujuan utama perkembangan dan perang terakhir di kawasan ini adalah membuat negara-negara regional menerima kondisi Tel Aviv. Dia juga menambahkan bahwa rezim Israel mengambil keuntungan dari status quo di kawasan untuk menyingkirkan isu Palestina.

Teroris Takfiri lahir untuk menggulingkan pemerintah Suriah

Juga dalam sambutannya, dia mengatakan kelompok teroris Takfiri seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra dibentuk oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk menggulingkan pemerintah Suriah, yang dia gambarkan sebagai penghalang bagi kompromi yang bertujuan untuk meruntuhkan isu Palestina.

Sekjen Hizbullah menambahkan bahwa ISIS dikirim ke Irak setelah pemerintah Baghdad menyatakan dukungan yang tak tergoyahkan untuk kelompok perlawanan.

Dia juga mengatakan agresi Saudi terhadap Yaman diluncurkan karena orang-orang Yaman berdiri di samping rakyat Palestina. Nasrallah menambahkan bahwa rezim Saudi melancarkan perang karena ada gerakan melawan Israel di Yaman.

Sekretaris Jenderal Hizbullah memuji peran Iran sebagai pendukung utama kelompok perlawanan dan Palestina. Dia mengatakan Arab Saudi berusaha untuk mengisolasi Iran di kawasan dan membawa perang ke wilayah Iran. Namun, dia mengatakan Riyadh terlalu lemah dan takut meluncurkan perang melawan Iran.

Nasrallah mengatakan bahwa kekuatan dan pengaruh Iran terhadap isu-isu regional semakin meningkat, dan kehadiran Iran di Suriah akan lebih berani, mengacu pada serangan rudal baru-baru ini terhadap target ISIS di Suriah timur yang menewaskan banyak teroris dan menghancurkan posisi mereka.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah juga menegaskan bahwa Suriah teguh dalam poros perlawanan.

Israel tidak dalam posisi untuk memulai perang baru

Nasrallah juga menyatakan bahwa Israel berpartisipasi dalam perang di Yaman, dan menambahkan bahwa angkatan udara telah melakukan serangan udara Israel ke negara miskin tersebut. Dia juga mengatakan bahwa rezim Israel berusaha mencapai tujuannya dengan meluncurkan perang proxy di kawasan.

Sementara itu, pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa Israel menghindari perang di Lebanon atau Jalur Gaza karena tahu itu akan mahal.

Di tempat lain dalam sambutannya, Nasrallah juga mengatakan bahwa rezim yang berkonspirasi melawan sumbu perlawanan harus tahu bahwa mereka akan gagal mencapai tujuannya. (ARN)

Sumber: Al-Manar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: