Berita Terbaru

KPK Diminta Mencegah Daripada Penindakan

Rabu, 28 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Korupsi yang seakan tak berujung di Indonesia memberikan pekerjaan rumah yang terus menerus kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Maka dari itu, KPK diminta mencontoh sistem pencegahan korupsi seperti di Korea Selatan (Korsel).

Pakar hukum pidana Prof. Andi Hamzah menjelaskan keberhasilan negara Korsel dalam memberantas korupsi yakni mempelajari semua celah-celah untuk berbuat tindak pidana korupsi. Hal tersebut membuat Korsel tidak mengedepankan penindakan dan penuntutan, tapi lebih intens terhadap pencegahan.

“Itu kerja KPK di Korsel dan berhasil. KPK di Korsel itu khusus untuk mencegah, dia pelajari semua lubang-lubang korupsi dan itu ditutup,” ujar Andi acara silaturahmi dan bincang santai bertema ‘Quo Vadis Hukum di Indonesia’, Selasa (27/6/2017).

Lebih lanjut Andi juga menyarankan Indonesia tidak perlu seperti negara Republik Rakyat Tiongkok yang menghukum mati para koruptor. Namun hukuman mati tersebut hanya bersifat tebang pilih, dan hanya menyasar kepada terapkan kepada masyarakat kelas menengah. Untuk keluarga perdana menteri tidak akan bisa tersentuh vonis hukuman mati.

‎Menurut Andi, idealnya, 70 persen kinerja KPK dialihkan pada pencegahan korupsi, menganalisa dan menutup celah potensi korupsi. Sisanya 30 persen dialihkan pada bidang penindakan seperti mekanisme yang dijalankan di Malaysia.

“Jadi saya usulkan, seperti Malaysia, KPK disana itu 70 persen harus mencegah, korupsi hanya 30 persen penindakan,” ungkapnya.

Andi menambahkan, meski persentase pencegahan ditambah. Pemerintah juga harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sebab, menurut Andi, permasalah korupsi di Indonesia tidak jauh dari urusan kebutuhan. Terlebih, hukuman yang diberikan terhadap koruptor cenderung tinggi, namun disisi lain penghasilan para pejabatnya tergolong rendah.

‎”Kalau di Belanda dihukum berat karena gajinya tinggi masih korupsi. (Indonesia) prevensi kurang dijalankan, pencegahan terjadinya korupsi kurang jalan. Jadi nanti penjara penuh, korupsi jalan terus,” pungkas Andi. (ARN)

Sumber: fajar

About ArrahmahNews (10492 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on KPK Diminta Mencegah Daripada Penindakan

  1. Serius ini bilang gaji pejabat masih kurang? Kebutuhan mereka yang korup itu berasa belum tercukupi? Serius??!!!
    Apa mereka yang ditangkapi KPK itu kelihatan seperti orang susah??

    Saya lebih sepakat dengan saran dari ketua KPK Hongkong, yang dulu beliaunya juga belajar pemberantasan korupsi di Indonesia. Kuncinya di Hongkong itu, berapapun nilai korupsinya, ketegasan tindakan harus sama. Di situlah efek jera akan muncul. Bukan malah rame2 teriak #OTTRecehan ketika ada jaksa tertangkap.
    Bener2 kacau logikanya 😤

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: