NewsTicker

Yaman Ancam Kapal-kapal Koalisi Saudi Dengan Rudal Terbaru

Rabu, 28 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Brigadir Rashid Aziz, asisten juru bicara militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, mengatakan bahwa kapal perang Saudi yang menjadi target rudal Yaman pada Selasa (27/06), sedang membawa tentara Sudan untuk bergabung dengan barisan agresi koalisi pimpinan Saudi. (Baca juga: Serangan Unit Rudal Yaman Hantam Perusahaan Aramco Saudi)

Rashid mengatakan kepada “Sputnik” pada Rabu, Juni 28/2017, Angkatan Laut Yaman akan menarget setiap yang mencoba masuk ke wilayah perairan kami, termasuk kapal perang Saudi yang mencoba masuk ke Mokha untuk tujuan pendaratan tentara bayaran Sudan.

Rashid menambahkan bahwa target telah dipantau oleh pertahanan pesisir dan armada laut Yaman telah menembakkan dua jenis senjata baru ke kapal perang Saudi, tanpa menjelaskan rincian rudal yang digunakan. (Baca juga: Analis: Saudi dan Negara-negara Koalisi Cemas atas Kemajuan Unit Rudal Yaman)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tujuan mereka membawa tentara bayaran adalah untuk memperkuat serangan militer, setelah koalisi Saudi mendapat pukulan telak dari tentara dan komite populer Yaman dalam merebut kota pesisir Mokha. Rashid menambahkan bahwa rudal yang diluncurkan secara akurat mencapai target, dan serangan itu terjadi 10 hari setelah pasukan Yaman menargetkan kapal perang milik Uni Emirat Arab, yang berarti:

  1. Bahwa setiap kemajuan militer dari angkatan laut koalisi, akan menjadi sasaran empuk bagi kekuatan laut dengan berbagai jenis rudal darat ke laut.
  2. Musuh akan mengenali dan menyadari bahwa ia tidak akan mencapai kemenangan militer apapun, baik di laut mapun di darat, karena Yaman memiliki pasukan yang siap bertempur di segala medan, khususnya kekuatan pertahanan pesisir.
  3. Target laut sangat mudah, bahkan menimbulkan kerugian berat dan besar pada koalisi dibanding dengan target di darat, seperti:

a. Tingginya biaya dan harga kapal.

b. Perangkat modern dan radar.

c. Ahli dan teknisi kapal.

d. Berkumpulnya pasukan dalam jumlah besar di kapal.

e. Reputasi buruk yang akan disandang koalisi.

Ini akan menjadi ketakutan dan teror serta penurunan moral di kalangan awak kapal, karena mereka akan menjadi target rudal Yaman setiap saat. (Baca juga: Analis: Israel Ketakutan Karena Basisnya Kini dalam Jangkauan Unit Rudal Yaman)

Rashid juga menekankan bahwa pantai Yaman bukan perairan bebas untuk piknik dan menghabiskan liburan Idul Fitri, namun rudal akan selalu menanti setiap kali mendekati dan bermusuhan dengan Yaman. (ARN)

Sumber: Sputnik

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: