NewsTicker

Rahasia Kotor Media Mainstream AS

Kamis, 29 Juni 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Meskipun skandal serius tengah mengguncang CNN karena liputan palsu mengenai ‘kolusi Rusia-Trump, namun narasi media-media arus utama AS mengenai Rusia tidak akan berubah dalam waktu dekat. Mantan anggota CIA, analis dan penulis, John Kiriakou mengungkap hal ini saat mengungkap rahasia kotor media-media mainstream AS, dalam wawancara dengan Sputnik, Rabu (28/06).

CNN, salah satu media arus utama, saat ini sedang bermasalah menghadapi skandal Senin (26/06) dengan mundurnya tiga staf menyusul pencabutan sebuah cerita yang menuduh hubungan antara tim transisi Rusia dan Presiden Donald Trump. Saluran berita tersebut kembali terkena pukulan telak kedua pada hari Selasa (27/06), setelah seorang produser CNN tertangkap kamera mengakui bahwa narasi Rusia- Trump adalah “omong kosong” yang digunakan untuk hanya untuk menaikkan rating. (Baca juga: Rusia Ancam CNN Soal Berita Palsu di Suriah)

Berbicara kepada media Rusia tentang skandal tersebut, John Kiriakou, seorang mantan perwira intelijen AS yang kemudian berbalik menjadi whistleblower, menjelaskan bahwa sayangnya, pukulan terhadap reputasi CNN setelah pengungkapan ketidakjujuran dan kesalahan pelaporan mungkin tidak akan menghentikan klaim media arus utama mengenai kolusi antara Rusia dan Presiden Trump.

“Rahasia kotor kecil yang dimiliki media-media Amerika yaitu,bahwa  semuanya adalah korporatis, semuanya dimiliki oleh perusahaan raksasa dan yang mereka pedulikan hanyalah uang,” kata Kiriakou, berbicara kepada RT, Rabu (28/06). (Baca juga: Sebar Kebohongan soal Assange, CNN Meminta Maaf)

“Mereka harus lebih dan lebih eksplosif dalam cerita mereka, dan terkadang kebenaran tersesat dalam cerita-cerita itu,” tambahnya.

Sebelumnya dalam wawancara kamera tersembunyi dengan Project Veritas, produser pengawas CNN John Bonifield mengakui bahwa alasan saluran berita itu terus menyebarkan kisah kolusi Trump-Rusia adalah bahwa ceritanya bisa laris terjual, tanpa perlu bukti.

Dengan membanggakan peringkat “luar biasa” dari jaringan itu, Bonifield menjelaskan bahwa tujuan CNN adalah menghasilkan uang, bukan memenuhi standar etika jurnalistik. “Semua etika kecil imut bagus yang biasa dibicarakan di sekolah jurnalisme, yang anda sukai, ‘itu memang menggemaskan’ … (tapi) ini adalah bisnis,” katanya. (Baca juga: Artis Bolivia “Carla Ortiz” Buka Topeng CNN soal Aleppo)

Mengingat skandal tersebut mengguncang penyiaran itu karena laporan buruknya, Kiriakou mencatat bahwa CNN, “terus terang, harus menjelaskan dirinya sendiri. Apa yang kita dapat adalah FBI dan CIA dan anggota Kongres yang pada dasarnya memberi tahu kita untuk hanya mempercayai kata-kata mereka saja. Kita tidak bisa hanya sekdar percaya kata-kata mereka saja, kita memerlukan bukti-bukti, dan sayangnya CNN bahkan belum menerima bukti apapun. “

Mengomentari video kamera tersembunyi dari aktivis Project Veritas’ milik James O’Keefe, Kiriakou menekankan bahwa sementara O’Keefe sendiri adalah “tokoh yang sangat kontroversial,” tapi memang benar bahwa “jika informasi ini benar,maka rakyat Amerika memiliki hak untuk tahu.” (Baca juga: CNN Gunakan Gambar Muslimah tak Bersalah dalam Laporan Perekrutan ISIS)

“Begitu banyak dari kita di bekas komunitas intelijen – saya berbicara tentang rekan-rekan saya di Veteran Intelligence Professionals for Sanity, telah mengatakan kedua hal itu dalam wawancara televisi dan radio, dan secara tertulis, bahwa kami tidak melihat bukti adanya kolusi antara Presiden Trump dan pemerintah Rusia atau hacker Rusia atau orang Rusia sama sekali, “kata pengamat tersebut.

Sayangnya, pengamat tersebut menekankan bahwa tidak hanya media mainstream, tapi juga musuh politik Trump di Washington, sepertinya tidak dapat memikirkan cara untuk menyerangnya selain membuat klaim tentang hubungannya dengan Rusia.

“Ada keributan di sini di Washington, bahwa satu-satunya cara untuk menghancurkan Presiden Trump adalah mengaitkannya ke orang-orang Rusia. Dan menurut saya, media arus utama, kecuali Fox News, telah menutupinya, dan saya pikir banyak, banyak orang-orang Demokrat di Capitol Hill juga melakukan hal yang sama, “kata Kiriakou. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: