Berita Terbaru

8 Putri UEA Divonis 15 Bulan Penjara Karena Menganiaya 23 Pembantu di Belgia

Sabtu, 1 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BELGIA – Delapan putri dari kerajaan Uni Emirat Arab dijatuhi hukuman pada hari Jumat oleh sebuah pengadilan di Belgia karena “perdagangan manusia dan mengeksploitasi para pelayan mereka”.

Para putri divonis penjara 15 bulan yang ditangguhkan dan masing-masing dikenai denda 165.000 euro ($ 184.000).

Terdakwa tidak hadir di pengadilan, namun seorang pengacara pembela mengatakan beberapa korban membesar-besarkan tingkat perlakuan yang mereka terima dan bahwa perusahaan yang mengatur kontrak kerja untuk para pelayan bertanggung jawab secara hukum.

Kasus tersebut dimulai pada tahun 2008 ketika delapan anggota keluarga Al-Nahyan yang berkuasa di Abu Dhabi menyewa sebuah lantai selama beberapa bulan di Conrad Hotel di Brussels dan dengan tidak hormat memperlakukan 23 pelayan mereka dengan buruk dan kasar.

Seorang pelayan berhasil melarikan diri dari hotel dan pergi ke polisi untuk menceritakan penganiayaan yang mereka alami.

Seorang saksi mengatakan bahwa para pelayan dari berbagai negara Afrika dipaksa untuk bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, untuk memenuhi semua tuntutan para putri.

Kebanyakan pelayan wanita dipaksa makan sisa makanan dan tidur hanya beberapa jam di lantai di luar kamar tidur para putri.

Beberapa pelayan tidak memiliki izin tinggal atau kerja dan dibayar sangat rendah, sementara yang lain tidak menerima pembayaran apapun. [ARN]

Sumber: Middle East Monitor.

About ArrahmahNews (10492 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: