Berita Terbaru

Analis: Perpanjangan Batas Waktu Bukti Saudi Cs Gagal Paksa Qatar

Senin, 03 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, PHILADELPHIA – Seorang analis mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh blok negara-negara yang dipimpin Saudi untuk memperpanjang tenggat waktu yang telah mereka tetapkan untuk Qatar selama 48 jam, menunjukkan bahwa mereka gagal memaksakan kehendak mereka atas Doha.

Perpanjangan batas waktu tersebut menunjukkan bahwa “Saudi dan sekutu mereka tidak tahu harus berbuat apa” dan bahwa mereka tidak memiliki hak untuk memaksakan kehendak mereka atas Doha,” ungkap Lawrence Davidson, seorang analis asal Philadelphia,Pennsylvania, Amerika Serikat kepada Press TV pada hari Senin (03/07). (Baca juga: Saudi Cs Perpanjang Tenggat Waktu bagi Qatar untuk Penuhi Tuntutan)

“Mereka tahu betul bahwa Qatar akan mengatakan tidak [atas daftar permintaan itu] atau mereka mungkin akan memberi (Saudi Cs) sedikit … sebagai balasan yang memungkinkan (Saudi Cs) untuk menyelamatkan muka, mungkin saja,” jelasnya

“Saudi dan sekutu mereka telah menjebak diri mereka sendiri ke dalam semacam sudut diplomatik,” katanya. (Baca juga: Analis: Krisis Qatar Memungkinkan Terbentuknya Koalisi Baru Timur Tengah)

Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar awal Juni, dan menghentikan komunikasi udara dan laut satu minggu setelah KTT Arab Islam Amerika di Riyadh, menuduh Doha mendukung organisasi teroris dan mendestabilisasi situasi di Tengah Timur.

Setelah lebih dari dua minggu, blok yang dipimpin Saudi memberi Qatar waktu 10 hari untuk memenuhi 13 tuntutan, termasuk menutup Jaringan Al-Jazeera, menutup sebuah pangkalan militer Turki dan mengurangi hubungan dengan Iran.

Sementara itu, Qatar mengumumkan bahwa Doha tidak akan memenuhi salah satu dari 13 tuntutan yang dibuat oleh Arab Saudi dan sekutunya, dan lebih menawarkan “kondisi yang tepat untuk sebuah dialog” untuk menyelesaikan krisis Teluk Persia, namun Riyadh kemudian memperpanjang tenggat waktu pemenuhan tuntutan setelah sebelumnya menegaskan kembali tuntutannya kepada Qatar untuk mengakhiri krisis di Teluk [Persia] adalah “tidak dapat dinegosiasikan”.

Perpecahan di antara negara-negara Arab ini meletus setelah Presiden AS Donald Trump mengunjungi Riyadh di mana dia menuduh Iran “melakukan intervensi mendestabilkan” tanah Arab. (ARN)

About ArrahmahNews (10449 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: