NewsTicker

Tentara Irak Kualahan Hadapi Pembom Bunuh Diri Perempuan di Mosul

Selasa, 4 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSUL – Baku tembak tanpa henti dan penggunaan pengebom bunuh diri terus meningkat diMosul ketika tentara Irak berupaya mengambil alih kembali kota itu dari kelompok militan yang menyebut diri mereka Negara Islam atauISIS.

Bagian terakhir kota tua itu yang masih dikuasai ISIS, dihantam serangan udara dan tembakan dari tank. Pimpinan tentara lokal menyebut akan mengambil alih seluruh Mosul dalam waktu dekat.

Meskipun begitu, tentara pemerintah Irak agak kewalahan karena meningkatnya serangan bom bunuh diri, termasuk yang dilakukan perempuan, di fase terakhir pertempuran itu.

Pertempuran besar melawan ISIS di Mosul dimulai Oktober 2016 silam.

Ribuan pasukan Irak, tentara Peshmerga Kurdi, orang-orang dari berbagai suku Arab, baik yang Sunni maupun Syiah, dibantu oleh pesawat tempur koalisi pimpinan Amerika Serikat, ikut terlibat dalam operasi ini.

Pemerintah Irak sudah mengumumkan “pembebasan” wilayah timur Mosul pada Januari 2017. Namun bagian barat Mosul yang dipenuhi gang sempit dan jalanan yang berliku, ternyata lebih sulit diambil alih.

“Pertempuran dari hari ke hari semakin berat karena kondisi fisik dari kota tua ini,” ungkap Jenderal Abdulghani al-Assadi, komandan dari Tentara Kontra Terorisme Irak kepada kantor berita AFB.

Dia menambahkan kondisi fisik kota yang menguntungkan milisi ISIS tersebut ternyata juga membantu ‘melindungi’ tentara Irak dari penembak jitu.

Komandan lain Tentara Kontra Terorisme Irak, Letnan Jenderal Sami al-Aridhi, kepada AFP menyebut: “tiga hari terakhir ini musuh menggunakan pengebom bunuh diri, terutama perempuan. Sebelumnya, mereka lebih sering menggunakan penembak jitu dan bom.”

Perempuan diminta buka burka

Sejumlah pengebom bunuh diri dilaporkan adalah remaja perempuan. Ada dua pengebom perempuan yang menyerang tentara pemerintah pada Senin (04/07), sementara tujuh perempuan yang juga berencana menyerang tentara, berhasil dicegah, ungkap Kantor berita AP.

Untuk mencegah serangan serupa, militer Irak kini meminta para perempuan yang hendak meninggalkan Mosul untuk membuka burka mereka sebelum mendekati tentara untuk diperiksa. Laki-laki diminta membuka baju mereka.

PBB menyebut ISIS kemungkinan menyandera lebih 100.000 orang di Mosul sebagai perisai manusia. Militer Irak menyatakan tidak lebih dari 300 milisi yang kini tersisa di Mosul, dibandingkan hampir 6.000 orang pada Oktober lalu.

Brigadir Jenderal Yahya Rasool kepada stasiun televisi Irak menyebut “kemenangan sudah dekat”, sementara seseorang jenderal lain menyatakan “pertempuran akan berakhir dalam lima hari hingga seminggu.” [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: