Berita Terbaru

Zakharova: Tuduhan Serangan Kimia adalah Bagian dari Sandiwara Barat di Suriah

Selasa, 04 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Klaim Tentara Pembebasan Suriah (FSA) bahwa pasukan pemerintah Suriah diduga telah melakukan serangan kimia di wilayah Ghouta Timur, adalah contoh dari kampanye media Barat untuk menyerang Damaskus. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan hal ini dalam keterangannya kepada wartawan.

“ Gaya bahasa Inggris, yang digunakan dalam siaran pers FSA, mengisyaratkan bahwa ini sebenarnya dipersiapkan dengan bantuan pihak ketiga internasional,” kata Zakharova sebagaimana dikutip Sputnik, Selasa (04/07).

Pada hari Sabtu, sejumlah portal online oposisi Suriah mengklaim bahwa dugaan serangan kimia pasukan pemerintah di Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur telah menyebabkan 30 militan teracuni. Komando Angkatan Bersenjata Suriah membantah tuduhan palsu tersebut, sementara Pusat Rekonsiliasi Suriah tidak mengkonfirmasi serangan tersebut.

“Sandiwara serangan kimia itu mendapatkan momentum. Laporan tentang ‘Serangan gas beracun di Ghouta Timur’ adalah bukti lain bahwa kampanye media menyerang Damaskus telah diluncurkan. Sepotong kertas, yang dibuat sesuai dengan semua peluru kanon karya layanan pers Barat, mencatat dimulainya sebuah ‘serangan kimia’ dan kemudian mengecamnya, ” tulis Zakharova di laman Facebooknya pada hari Senin dengan melampirkan foto siaran pers FSA yang memuat tuduhan Serangan kimia.

“Saya ingin menekankan bahasa Inggris tanpa cela [dalam laporan tersebut], adalah seperti yang dapat dilihat dalam dokumen internasional layaknya resolusi Dewan Keamanan PBB dan lainnya.”

Zakharova mencatat bahwa bahasa Inggris, yang digunakan dalam siaran pers itu, bukanlah gaya rumah tangga atau sastra, namun sebenarnya gaya yang digunakan dalam undang-undang internasional. Ungkapan dari itu nantinya dapat digunakan dalam pernyataan organisasi internasional, yang akan mengutuk penggunaan senjata kimia.

Laporan mengenai dugaan serangan di wilayah Ghouta Suriah tersebut bertentangan dengan latar belakang pernyataan Gedung Putih baru-baru ini, di mana pemerintah AS mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi persiapan kemungkinan serangan kimia oleh pasukan Suriah. Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa jika Presiden Suriah Bashar Assad melakukan serangan kimia lain terhadap warga sipil, maka baik “dia dan militernya” akan membayar dengan harga yang mahal.

Otoritas Suriah membantah tuduhan pada hari berikutnya, sementara Moskow mengatakan bahwa ancaman terhadap kepemimpinan Suriah yang sah tidak dapat diterima.

Tentara Suriah telah melakukan serangan di Ein Tarma selama hampir tiga minggu, maju ke bagian timur ibukota Suriah, yang telah dikuasai oleh kelompok bersenjata radikal selama lebih dari lima tahun. Teroris telah menderita kerugian besar dan terpaksa mundur.

Di setiap kali tentara Suriah mendapat kemenangan besar, selalu muncul berbagai tuduhan diiringi operasi bendera palsu yang ditujukan untuk mendeskreditkan pemerintahan Bashar Assad. (ARN)

About ArrahmahNews (10449 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: