Berita Terbaru

Rusia akan Kerahkan Polisi Militer di Zona De-Eskalasi Suriah

Rabu, 05 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, ASTANA – Polisi militer Rusia mungkin akan ditempatkan di zona penyangga keamanan di Suriah. Hal ini disampaikan juru runding utama Rusia dalam perundingan Astana dan utusan presiden Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentyev pada hari Selasa (04/07).

“Sejauh ini, sulit untuk berbicara tentang kehadiran pemantau Rusia dan perwakilan kementerian pertahanan, namun, secara umum, seharusnya polisi militer Rusia dapat ditempatkan di zona penyangga keamanan,” katanya. (Baca juga: Rusia Ajukan Draft Resolusi Mendukung Zona De-Eskalasi Suriah ke PBB)

“Masalah ini belum disepakati, ini akan menyiratkan status pasukan pengontrol de-eskalasi,” tambahnya.

Menurut Lavrentyev, pembentukan zona de-eskalasi di Suriah akan dimulai dalam dua atau tiga minggu setelah menandatangani dokumen yang relevan.

“Bergantung pada kesiapan dokumen di zona keamanan, saya pikir tindakan konkret mengenai penempatan pasukan dapat dilakukan dalam dua atau tiga minggu,” katanya, menambahkan bahwa isu lain yang dibahas dalam perundingan tersebut adalah pembentukan sebuah pusat koordinasi bersama. (Baca juga: Zona De-Eskalasi Suriah, Apa Pentingnya?)

“Aspek yang sangat penting adalah bahwa semua negara penjamin ingin mendirikan pusat koordinasi bersama untuk memantau keamanan di zona de-eskalasi. Saya pikir kita bisa menyebarkan dokumen ini secara prinsip,” kata Lavrentyev.

Lavrentyev mencatat bahwa jalur kontak di dua dari empat zona de-eskalasi di Suriah telah disepakati secara praktis.

“Kami masih memiliki beberapa kesulitan dalam membangun jalur kontak. Kriteria untuk semua zona adalah sama – jalur kontak antara para pihak,” katanya. “Tapi memetakan hal ini dan menerapkannya sesuai realitas di lapangan, agak sulit. Proses ini memerlukan beberapa waktu.” (Baca juga: Kemlu Suriah Sambut Inisiatif Zona de-eskalasi di Suriah)

“Namun demikian, jalur kontak, perbatasan di zona de-eskalasi kedua dan ketiga telah disepakati secara praktis,” katanya. “Ada banyak pertanyaan tentang Idlib dan beberapa keberatan di zona selatan. Saya pikir kami akan bisa segera mencapai solusi kompromi dari masalah ini.”

Menurut negosiator Rusia, keputusan utama mengenai zona de-eskalasi de facto dan “peluncuran sebuah proses menuju gencatan senjata yang langgeng” bergantung pada masalah-masalah tersebut. “Kami semua menginginkannya dan akan bekerja sampai malam ini dan sepanjang hari pada tanggal 5 Juli untuk mencoba memulai proses ini,” ia menekankan.

Rusia percaya bahwa mungkin untuk menandatangani sebuah dokumen di zona de-eskalasi yang terpisah di Suriah, ada berbagai pilihan.

“Ada varian yang mungkin, jadi salah satu mencakup tiga zona, satu lagi termasuk Idlib, satu lagi ada dua zona tengah (utara Homs dan di Ghouta Timur) dimana perbatasan sudah disepakati,” katanya. (ARN)

About ArrahmahNews (10492 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: