Berita Terbaru

Lavrov: AS adalah Perampok

Selasa, 18 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa setiap upaya AS untuk menetapkan prasyarat bagi pengembalian properti diplomatik Rusia di New York dan Maryland adalah “perampokan di siang bolong,”.

Diplomat tertinggi Rusia itu membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin (17/07), menanggapi sebuah laporan oleh kantor berita RIA Novosti yang diterbitkan pada hari sebelumnya, yang mengutip seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya di Gedung Putih yang mengatakan bahwa Washington tidak berencana untuk mengembalikan properti diplomatik Rusia tanpa meminta “sesuatu sebagai balasannya.”

“Sepertinya beberapa pencuri jalanan mengomentari situasi ini. Bagaimana bisa, untuk merebut properti yang sudah disahkan oleh dokumen yang telah diratifikasi antar pemerintah secara bilateral, dan untuk mengembalikannya, mereka mengikuti prinsip, ‘Milik saya adalah milik saya, dan milik anda akan dibagi,” ungkap Lavrov selanjutnya.

Pada bulan Desember tahun lalu, pemukiman Rusia disita oleh pemerintahan Presiden Barack Obama atas tuduhan keterlibatan Moskow dalam kasus peretasan di pemilihan presiden 2016 di AS, yang dengan tegas ditolak oleh Moskow. Obama juga memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia atas tuduhan peretasan tersebut.

Lavrov juga mengungkap harapan bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki beberapa orang dengan logika, yang mengerti bahwa pendahulu mereka di pemerintahan mantan presiden Barack Obama memutuskan untuk merebut kompleks perumahan dan mengusir diplomat Rusia dalam “keadaan yang penuh penderitaan.”

“Keinginan menggebu-gebu untuk mencari beberapa saluran ‘tersembunyi’ pengaruh Rusia terhadap apa yang terjadi di AS jelas tidak mereda,” ungkap Lavrov menambahkan bahwa dia tidak yakin negaranya dapat menjalin kerjasama normal dalam hubungan internasional dengan AS jika terus seperti ini.

Menteri luar negeri Rusia lebih lanjut mengatakan bahwa otoritas yang dipimpin Obama tidak tahu bagaimana lagi mereka bisa menghancurkan hubungan Moskow-Washington “sedemikian rupa sehingga administrasi Trump gagal mengembalikannya.”

Obama mengatakan pada saat itu Washington memutuskan untuk menutup kompleks perumahan tersebut sebagai tanggapan terhadap laporan intelijen AS tentang peretasan yang dilakukan Moskow dan sebuah kampanye pengaruh yang diakui untuk mengarahkan pemilihan presiden AS untuk mendukung Trump. Ia bahkan mengklaim bahwa Rusia menggunakan properti itu untuk “tujuan terkait intelijen”. (ARN)

About ArrahmahNews (11420 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Lavrov: AS adalah Perampok – ARRAHMAHNEWS – MUSLIM CYBER KREMI [MCK TEAM]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: