NewsTicker

Parlemen Setujui RUU yang Mengklaim Yerusalem Jadi Ibukota Israel

Kamis, 20 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Parlemen Israel, Knesset, menyetujui rancangan undang-undang menyatakan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Negeri Zionis. Mereka menyatakan RUU itu bertujuan buat ‘keamanan’ Israel.

Dilansir dari laman Middle East Monitor, (20/7), rancangan beleid itu diberi judul ‘Undang-Undang Dasar: Yerusalem, Ibu Kota Israel’. Menurut pemerintah, 58 anggota Knesset menyetujuinya, 48 menolak, dan satu abstain. Isi RUU itu supaya nantinya penetapan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel hanya perlu persetujuan 80 anggota Knesset, dan tidak lagi berdasarkan suara mayoritas.

Salah satu anggota Knesset dari faksi sayap kanan yang juga anggota Partai Rumah Yahudi, Shuli Moalem-Refaeli, menyatakan aturan itu dibuat buat ‘melindungi’ Yerusalem, yang bakal menjadi ibu kota abadi Israel.

“Israel tidak akan membiarkan berdirinya negara Palestina dengan ibu kota Yerusalem. Yerusalem akan tetap menjadi ‘ibu kota’ bagi kaum Yahudi selamanya. 3000 Tahun setelah Nabi Daud A.S., menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota kaum Yahudi, kami akan mengembalikan itu,” kata Shuli.

Israel mencaplok dan menjajah Yerusalem Timur hingga saat ini, dan itu tidak diakui dunia. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: