Deplu AS: Arab Saudi Salurkan Uang ke Luar Negeri untuk Organisasi Teroris

Jum’at, 21 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat telah memuji “kemitraan kuat Qatar” dalam perang melawan “terorisme,” namun menuduh individu dan “entitas” di Arab Saudi menyalurkan uang ke luar negeri untuk organisasi “teroris”.

Departemen Luar Negeri AS membuat laporan “Negara Terorisme” yang dirilis pada hari Rabu, Al Jazeera melaporkan. [Baca: Warga Inggris Tuntut Pemerintah Beberkan Laporan Aliran Dana Saudi untuk Eksrimis]

Qatar telah “mempertahankan kemitraan yang kuat dalam memerangi terorisme pada tahun 2016 dan berkolaborasi mendorong kerjasama regional dan internasional yang lebih erat dalam kegiatan kontraterorisme, penegakan hukum dan peraturan undang-undang,” Departemen Luar Negeri AS menjelaskan.

Departemen tersebut mengatakan Qatar telah membuat “kemajuan signifikan” dalam memerangi pendanaan teroris, namun “pemodal teroris di negara ini masih dapat mengeksploitasi sistem keuangan informal Qatar.”

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni dan memberlakukan blokade darat, udara dan laut terhadap negara kecil tersebut, dan menuduh Doha mendukung terorisme, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pemerintah Qatar. [Baca; Mantan Dubes Inggris: Dana Saudi untuk Penyebaran Ideologi Wahabi Picu Ekstremisme]

Presiden Donald Trump berpihak pada blok yang dipimpin Saudi, menuduh Qatar mendanai terorisme. “Negara Qatar, sayangnya, secara historis merupakan penyandang dana terorisme pada tingkat yang sangat tinggi,” katanya bulan lalu.

Komentar tersebut muncul tak lama setelah Sekretaris Negara Rex Tillerson mendesak Arab Saudi dan sekutu regionalnya untuk meredakan blokade mereka terhadap Qatar.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa individu dan “entitas” di Arab Saudi telah menyediakan uang untuk organisasi “teroris”. Namun, menambahkan bahwa Arab Saudi berupaya untuk menghentikan aliran dana ilegal ke teroris, serta menegaskan “Arab Saudi terus mempertahankan hubungan kontraterorisme yang kuat dengan Amerika Serikat.”

Kurang dari setahun yang lalu saat kampanye, Trump memalsukan pengaruh Saudi terhadap kebijakan luar negeri AS, secara terbuka menuduh kerajaan tersebut terlibat dalam serangan teror 9/11, dan menuntut membayar AS untuk melindungi monarki.

Tapi Trump memilih Arab Saudi untuk perjalanan luar negerinya yang pertama. Menurut pengamat, ini menandakan bahwa presiden AS bersedia untuk merangkul sebuah negara yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang meluas dan krisis kemanusiaan yang meningkat di Yaman.

Kerajaan Saudi telah membom Yaman selama lebih dari dua tahun dan membunuh ribuan warga sipil di sana. [Baca; Analis: Arab Saudi, Amerika, Israel Gunakan Serangan 9/11 untuk Menipu Dunia]

AS dan Arab Saudi, bersama dengan beberapa sekutu regional mereka, dituduh memberikan senjata dan dukungan finansial ke berbagai kelompok militan yang menimbulkan malapetaka di negara-negara seperti Suriah dan Irak. [ARN]

About Arrahmahnews 29559 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.