News Ticker

Irak Borong Ratusan Tank T-90 Rusia

Jum’at, 21 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BAGHDAD – Pengiriman tank T-90 buatan Rusia secara signifikan akan meningkatkan potensi militer Irak, menurut ahli militer Rusia Igor Korotchenko. Dia menyebut bahwa Irak akan menerima “ratusan” tank Rusia.

Seorang pembantu presiden Rusia, Kamis (20/07), untuk kerja sama militer dan teknis memastikan bahwa Rusia dan Irak telah membuat kesepakatan mengenai tank tempur modern T-90MS.

“Ini adalah kontrak yang signifikan, saya tidak bisa menyebutkan nilai pastinya tapi dalam jumlah besar,” kata Vladimir Kozhin kepada surat kabar Rusia Izvestia.

Sebelumnya, kontraktor pertahanan Uralvagonzavod Rusia mengatakan bahwa pengiriman pertama 73 tank dijadwalkan akan dikirim tahun ini. [Baca: Siap Habisi ISIS, Tank-Tank Canggih Rusia T-90 Tiba di Suriah]

Analis militer Rusia Igor Korotchenko, pemimpin redaksi majalah Pertahanan Nasional, mengatakan bahwa Rusia sebelumnya memasok militer Irak dengan jet tempur Su-25, sesuai dengan kontrak kerja sama militer dan teknis yang sudah ada. Secara khusus, pesawat terbang secara efektif digunakan untuk melawan Daesh.

“Pesawat tersebut mungkin telah memainkan peran yang sangat penting dalam perang melawan terorisme di Irak. Tentu saja, Baghdad mencatatnya, jadi kontrak baru ini (pengiriman tank T-90) adalah contoh lain dari kenyataan bahwa senjata Rusia memiliki reputasi bagus di luar negeri. Kesepakatan ini secara signifikan meningkatkan potensi tentara Irak,” kata Korotchenko dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.

Ahli mencatat bahwa tank T-90 telah digunakan secara aktif oleh militer Suriah dan “dilakukan dengan sangat baik, bahkan saat mereka diserang dengan senjata anti-tank buatan Amerika yang canggih.”

“Fakta bahwa T-90 dapat bertahan dalam beberapa tembakan semacam itu, tanpa melukai krunya, dan masih dapat beroperasi,” Korotchenko menambahkan. [Baca: Rusia Nyatakan Siap Produksi Tank T-90 di Iran]

Mengomentari kesepakatan tersebut, Korotchenko mengatakan, “Mungkin ada beberapa ratus tank T-90.”

Selanjutnya, ahli juga menyarankan agar kesepakatan tersebut juga mencakup pengiriman kendaraan militer yang mendukung kendaraan lapis baja, selain tank itu sendiri.

“Dengan mempertimbangkan peran dan pentingnya tank dalam perang hibrida modern, Irak mungkin juga telah membeli kendaraan pendukung tank,” kata Korotchenko, mengacu pada berbagai modifikasi tank tempur pendukung “Terminator”.

Sebelumnya, mesin tempur BMPT-72 “Terminator 2” terlihat di pangkalan udara Hmeymim di Suriah.

“Terminator bisa sangat berguna dalam perang melawan Daesh, melindungi tank T-90 dari peluncur granat,” tambahnya. [Baca: Hajar ISIS, Suriah Gunakan Tank Canggih T-90 untuk Bebaskan Aleppo]

Akhirnya, Korotchenko mencatat bahwa kesepakatan Rusia-Irak akan berkontribusi mempromosikan senjata yang diproduksi oleh Uralvagonzavod di pasar senjata.

“Irak adalah negara yang berperang, maksud saya perang hibrida melawan kelompok teroris non-reguler. Dalam situasi seperti ini, tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya harus disesuaikan dengan kondisi tempur yang berbeda,” kata ahli tersebut.

Korotchenko mengatakan bahwa saat ini Rusia adalah meimpin dunia dalam pengembangan dan produksi tank.

“T-90 memiliki paritas dengan analog asing generasi keempat. Sedangkan untuk Armata, mesin generasi kelima, tidak ada duanya,” ahli menyimpulkan. [ARN]

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: