Raja Salman Rombak Sistem Keamanan Arab Saudi

Jum’at, 21 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah mengeluarkan serangkaian keputusan yang merombak aparat keamanan dan intelijen negara, Kamis malam (20/07), sebuah langkah yang dapat memicu kekhawatiran baru tentang kecenderungan kerajaan untuk memberi lebih banyak kekuatan kepada putranya dari tahta.

Kantor berita resmi Arab Saudi SPA mengatakan pada hari Kamis bahwa Raja Salman telah mengeluarkan keputusan untuk pembentukan badan keamanan baru, yang akan menangani hampir semua tanggung jawab operasi intelijen dan kontra-terorisme dari Kementerian Dalam Negeri. [Baca: New York Times: Kronologi Kudeta Bin Nayef oleh Mohammed bin Salman]

SPA mengatakan unit baru yang diberi nama Presidency of State Security akan dipimpin oleh kepala intelijen Jenderal Abdel Aziz bin Mohammed al-Houeiriny dan akan diawasi langsung oleh Raja Salman. Itu juga akan mengangkat Houeiriny, seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri, dan wakilnya ke jajaran menteri.

Laporan tersebut mengatakan bahwa tujuan dari goncangan baru dalam sistem keamanan adalah untuk memungkinkan pemerintah Saudi “menghadapi semua tantangan keamanan dengan tingkat fleksibilitas dan kesiapan yang tinggi serta kemampuan untuk bergerak cepat menghadapi keadaan darurat.”

Namun, perubahan mendadak tersebut tampaknya sejalan dengan kebijakan pemerintah sentralisasi sebelumnya dari Salman terhadap dirinya dan anak laki-lakinya yang berusia 32 tahun, yang naik ke posisi pangeran mahkota bulan lalu setelah raja memecat Pangeran Mohammed bin Nayef. [Baca: Ini Bukti Bin Nayef Benar-benar Ditahan]

Laporan selama beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Bin Nayef, yang juga menteri dalam negeri Arab Saudi, dilucuti dari jabatannya setelah berada di bawah tekanan. Banyak yang mengatakan bahwa laju perubahan yang relatif cepat di jajaran Arab Saudi dirancang oleh Salman, 81, untuk mempercepat suksesi putranya Mohammed ke takhta. Pangeran mahkota juga menteri pertahanan Arab Saudi, mengawasi operasi militer kontroversial di Yaman.

Kamis malam guncang di sistem keamanan Saudi juga mengangkat kepala kantor pribadi Mohammed bin Salman ke posisi menteri. [Baca: KONSPIRASI! Kunjungan Bin Salman ke AS Untuk Singkirkan Bin Nayef?]

Sebagai bagian dari keputusan yang dikeluarkan pada hari Kamis, Raja Salman juga memecat kepala penjaga kerajaan, Jenderal Hamad al-Awhaly, dan menggantikannya dengan Jenderal Suheil al-Mutiri. Dalam sebuah pertemuan yang tidak terkait, Mohammed bin Abdullah al-Qweiz menjadi kepala bursa saham Saudi. [ARN]

About ArrahmahNews (12162 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: