NewsTicker

Emir Qatar: Saudi Cs Ciptakan Fitnah untuk Sesatkan Opini Publik

Sabtu, 22 Juli 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, DOHA – Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, menggambarkan blokade terhadap Doha baru-baru ini oleh negara-negara Arab pimpinan Saudi sebagai “sebuah kampanye yang telah direncanakan sebelumnya.”

Dalam pidato pertamanya sejak empat negara Arab memutuskan hubungan dengan Doha itu, emir Qatar mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan agresi terhadap kebijakan luar negeri Doha.

“Para perencana itu telah menanamkan pernyataan untuk menyesatkan opini publik dan negara-negara di dunia,” ungkap sang emir dalam sebuah siaran langsung TV pada hari Jumat (21/07).

Sheikh Tamim juga mengatakan bahwa negaranya siap berdialog untuk menyelesaikan krisis diplomatik dengan Saudi dan aliansinya, namun menekankan bahwa setiap solusi terhadap krisis harus menghormati kedaulatan negaranya.

“Kami terbuka untuk dialog untuk menyelesaikan masalah yang luar biasa (selama kedaulatan Qatar) dihormati,” kata Al Thani.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Qatar Syeikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan bahwa negara itu tidak akan menyerah pada tekanan melalui blokade yang dilakukan. Ia pernah menekankan tak akan ada kebijakan luar negeri yang diubah untuk menyelesaikan konflik terbaru di Timur Tengah itu. Qatar juga tidak mau memulai terlebih dahulu upaya negosiasi, sebelum blokade atas mereka dicabut.

Kuartet yang terdiri dari Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dan menutup semua rute darat, laut, dan udara dengan Qatar pada 5 Juni, setelah menuduh Doha mendukung terorisme.

Mereka kemudian mengeluarkan daftar 13 tuntutan kepada Doha sebagai syarat untuk menormalisasi hubungan. Berdasarkan daftar tersebut, Doha diminta untuk mengakhiri dukungannya terhadap partai oposisi terbesar di Mesir, Ikhwanul Muslimin, menutup Al Jazeera, menutup sebuah pangkalan militer Turki di, membatasi hubungannya dengan Iran dan “mengkompensasi” negara-negara yang memberi sanksi.

Qatar telah menolak daftar 13 poin tersebut, dengan mengatakan bahwa tuntutan tersebut tidak masuk akal, dan bahwa Qatar tidak akan terlibat dalam perundingan resolusi krisis kecuali blokade dicabut.

Dalam pidato Jumat, Sheikh Tamim menyatakan kekecewaan atas tuduhan teror oleh blok pimpinan Saudi melawan Qatar dan memperingatkan bahwa tuduhan semacam itu akan membahayakan perang melawan teror. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: