NewsTicker

VIDEO: Akibat Kebrutalan Saudi, Zuhoor Kecil Terpaksa Hidup Tanpa Jari

zuhoor belajar hidup dengan tangan yang kehilangan jari

Minggu, 23 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Enam bulan yang lalu Zuhoor kecil berbaring di tempat tidur sebuah rumah sakit dengan berlumuran darah dalam perjuangan mempertahankan hidupnya setelah diseret dari puing-puing sebuah rumah yang dihantam jet tempur koalisi Saudi di Yaman.

zuhoor di rumah sakit

Sementara balita yang lain, menderita luka parah pada wajah dan tubuhnya dan dokter khawatir ia mungkin kehilangan lengan dan mata kanannya.

eman yang tangannya harus diikat supaya tidak terus menggaruk lukanya

Di tempat tidur di dekat tempat perawatan intensif, tangan gadis kecil lainnya itu, Eman, harus diikat ke tempat tidur untuk menghentikannya menggaruk luka-lukanya.

Gadis-gadis kecil itu adalah korban tak berdosa dari sebuah serangan udara oleh koalisi pimpinan-Saudi dimana para pelayat berkumpul dalam pemakaman setelah sebuah serangan Saudi sebelumnya di sebuah rumah di sebelah utara ibukota Sana’a.

Kini gambar-gambar baru dari jantung zona konflik ini menunjukkan pemulihan luar biasa bagi bocah-bocah luar biasa itu dari luka fisik mereka saat gaun cantik dan senyuman mereka seolah menutup hari-hari gelap mereka di rumah sakit.

Tapi saat mereka kembali ke desa mereka dan mulai bermain lagi dengan anak-anak lain, masalah psikologis tetap menghantui .

Ahli bedah harus mengamputasi empat jari tangan kanan Zuhoor yang sangat rusak dan dokter mengatakan bahwa dia tidak dapat mengerti mengapa tangannya sangat berbeda.

zuhoor belajar hidup dengan tangan yang kehilangan jari

Spesialis dari badan amal Save the Children yang berbasis di Inggris, yang telah memberikan perawatan psikologis untuk gadis-gadis kecil ini mengatakan bahwa Zuhoor sedang berjuang untuk beradaptasi, dia tidak dapat menggenggam benda-benda dan terus menatap kedua tangannya sambil bertanya-tanya mengapa salah satu tangannya memiliki lima jari, tapi lainnya hanya memiliki satu.

Ayah Zuhoor, Faisal, yang menarik istrinya Nadia dari puing-puing yang sama di desa Ashira, mengatakan bahwa putrinya menderita mimpi buruk yang mengerikan dan sangat ketakutan bila ada suara pesawat.

“Meskipun Zuhoor perlahan mendapatkan kembali kesehatan fisiknya, dia tetap sangat ketakutan setelah pengalaman mengerikan yang disaksikannya,” katanya.

“Saya memperhatikan bahwa dia makan jauh lebih sedikit dari sebelumnya, tubuhnya semakin kurus setiap hari, dan ia menolak untuk makan makanan yang bahkan dulu adalah favoritnya.

“Kondisi psikologisnya juga memburuk. Ketika dia mendengar suara keras, seperti ledakan atau pintu dibanting, dia panik, menutupi telinganya dan menangis. Sebelumnya ia biasa tidur sepanjang malam tapi dia tidak bisa tidur nyenyak sekarang. Kejadian itu muncul dalam mimpi buruknya dan ia terbangun sambil berteriak dan gemetar. “

Tujuh wanita di desa tersebut, termasuk ibu Eman dan nenek Zuhoor, meninggal dalam serangan dan Faisal mengatakan: “Saya tidak mengerti mengapa kami menjadi sasaran, dan mengapa kami harus membayar harga untuk perang ini: ibu saya terbunuh, anak perempuan saya kehilangan jari-jarinya, dan istri saya terluka.

Kampanye udara brutal oleh Koalisi yang dipimpin Saudi dengan alasan menargetkan pemberontak Houthi Yaman pada kenyataannya telah membunuh dan melukai ratusan warga sipil. Lebih dari 4.000 anak Yaman telah terbunuh atau terluka dalam dua tahun agresi paling berdarah dan pahit ini.

Kasus Zuhoor dan Eman dirinci dalam penyelidikan baru yang mengejutkan dan dilaporkan oleh Save the Children dan Watchlist yang mencatat 23 jenis kasus ‘pelanggaran berat’ oleh Koalisi Saudi terhadap anak-anak di Yaman.

Laporan tersebut memperingatkan: ‘Anak-anak Yaman diserang dari semua sisi. Selama lebih dari dua tahun agresi Saudi, mereka telah terbunuh dan terluka di rumah mereka, dalam perjalanan ke sekolah dan di pasar bersama keluarga mereka. Mereka telah dibom di rumah sakit dan saat pemakaman. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: