Berita Terbaru

20 Kapal Pencuri Ikan Bakal Ditenggelamkan Menteri Susi

Rabu, 26 Juli 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Sebanyak 20 kapal tersebut sudah terbukti secara hukum atau inkracht melakukan pencurian ikan di laut Indonesia di tahun ini. Kapal tersebut akan ditenggelamkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karna sudah terbukti melakukan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) fishing di Indonesia.

Susi juga tengah menunggu proses hukum 171 kapal pencuri ikan lainnya yang juga berpotensi untuk ditenggelamkan. Sebanyak 171 kapal tersebut, 26 di antaranya tengah dalam proses penyidikan, 19 kapal sudah P-21, 62 kapal dalam proses sidang, 27 kapal mengajukan banding, dan 37 kapal dalam proses kasasi.

“Inkracht ada 20, yang potensial ditenggelamkan 171, maka totalnya 191. Termasuk 3 kapal itu masuk ke proses hukum,” kata Susi dalam jumpa pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Selama 2014 sampai 2017, Susi sudah menenggelamkan 317 kapal pencuri ikan di laut Indonesia. Kapal-kapal tersebut, antara lain 50 berbendera Malaysia, 76 berbendera Filipina, 144 kapal berbendera Vietnam, 21 kapa berbendera Thailand, dan sisanya berbendera Papua Nugini, China, hingga Nigeria. (Baca juga: Aksi Nyentrik ‘Satge Dive’ Menteri Susi)

Sepanjang 2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI AL, Polri, dan Bakamla telah melakukan penangkapan terhadap 367 kapal pencuri ikan. Dari 367 kapal tersebut, 199 di antaranya Kapal Ikan Indonesia (KII) dan 168 Kapal Ikan Asing (KIA). PSDKP-KKP berhasil menangkap 95 kapal, TNI AL 53 kapal, Polri 195 kapal, dan Bakamla 24 kapal.

Apabila dihitung sejak 2014 sampai saat ini, Direktorat Jenderal PSDKP, KKP telah menangkap 454 kapal, dengan rincian 142 Kapal Ikan Indonesia (KII) dan 312 Kapal Ikan Asing (KIA). Penangkapan KIA terbanyak terjadi pada 2016 silam mencapai 140 kapal.

Susi mengatakan, ada beberapa modus yang perlu diwaspadai oleh para pelaku IUU fishing, salah satunya adalah bendera kapal yang berbeda dengan dokumen yang dimiliki kapal. Misalnya, kapal berbendera Malaysia namun dokumen kapal diterbitkan oleh otoritas Vietnam. Selain itu, kapal-kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia juga menggunakan ABK WNI atau campuran antara WNI dan warga negara asing (WNA).

“Kapal mengibarkan bendera Malaysia, namun dokumen yang dimiliki diterbitkan oleh otoritas Vietnam,” kata Susi. (ARN)

Sumber: DetikNews

About ArrahmahNews (11752 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: