NewsTicker

Dubes Palestina di PBB Desak Tindakan Melawan Agenda Destruktif Israel

Rabu, 26 Juli 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mendesak tindakan PBB melawan “agenda sembrono dan destruktif Israel” di seluruh tanah Palestina yang diduduki. (Baca juga: Netanyahu Sebut Warga Palestina Pelaku Balas Dendam ke Israel “Binatang Buas”)

Utusan tersebut mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa bahwa krisis senyawa Masjid al-Aqsa berada pada “titik kritis,” dan mendesak anggota dewan untuk membantu melindungi warga Palestina dan tempat-tempat suci mereka dari agenda Israel.

“Kami jelas-jelas berada di titik kritis,” kata Mansour dalam pidatonya di dewan yang beranggotakan 15 orang, dan menambahkan, “Oleh karena itu kami harus memperingatkan bahaya dari provokasi dan hasutan semacam itu, yang dapat memicu siklus kekerasan yang lebih parah dan memiliki konsekuensi luas.”

Mansour juga memperingatkan bahwa “serentetan konflik agama berlangsung dengan cepat saat Israel terus melakukan tindakan ilegal di Yerusalem Timur yang diduduki (al-Quds).” (Baca juga: Kedubes Israel di Yordania Diserang, 2 Orang Tewas)

Di tempat lain dalam sambutannya, utusan Palestina tersebut juga menuduh Israel “perilaku agresif dan pelanggaran provokatif” terhadap status quo bersejarah di kompleks Masjid Al-Aqsa yang dikelola Muslim.

Sebelumnya pada hari Selasa, pejabat Israel melepas detektor logam yang dipasang di dan sekitar Masjid al-Aqsa hanya untuk menggantinya dengan kamera pintar di tempat suci tersebut.

Pejabat Palestina telah menolak langkah Israel di Yerusalem Timur yang diduduki al-Quds, dengan mengatakan bahwa Tel Aviv harus mencabut semua pembatasan di majelis tersebut. Kabinet keamanan Israel membuat keputusan setelah pembicaraan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Raja Yordania Abdullah, yang merupakan penjaga resmi masjid Haram al-Sharif. (Baca juga: Presiden Iran: Zionis Israel Biang Kerok Krisis di Timur Tengah)

Sementara itu, ulama Muslim yang mengawasi situs suci tersebut mengatakan kepada warga Palestina untuk menjauhkan diri dari masjid selama kamera tetap berada pada tempatnya.

Keputusan Israel untuk memasang detektor logam memicu gelombang kekerasan baru di Yerusalem Timur al-Quds. Kerusuhan tersebut merenggut nyawa empat warga Palestina dan tiga warga Israel pada hari Jumat dan Sabtu.

Sebagai reaksi atas kejadian tersebut, badan klerus yang mengelola situs-situs Islam di komplek tersebut memutuskan untuk memboikot shalat setiap hari di masjid tersebut dan menyuruh jamaah untuk berdoa di jalan-jalan di dekatnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: