News Ticker

Analis: Sanksi AS terhadap Rusia Pengaruhi Uni Eropa

Sabtu, 29 Juli 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Uni Eropa akan bereaksi negatif terhadap sanksi AS atas Rusia. Dr. Clara Portela, asisten profesor Ilmu Politik di Singapore Management University, mengatakan hal ini dalam wawancaranya dengan kantor berita Sputnik, , Jum’at (28/07) yang membahas meningkatnya ketegangan di Eropa terkait sanksi AS terhadap Rusia.

“Sanksi baru tersebut dimaksudkan tidak hanya untuk menghukum negara-negara yang menjadi sasaran namun pihak ketiga seperti perusahaan Eropa yang berkolaborasi bersama dengan Rusia dalam berbagai proyek,” kata analis tersebut, menambahkan bahwa Uni Eropa akan bereaksi negatif terhadap sanksi sweeping ini. (Baca juga: Prancis: Sanksi AS atas Iran dan Rusia Ilegal)

Ia selanjutnya berbicara tentang bagaimana Brussels bisa bereaksi terhadap sanksi anti-Rusia yang baru, dengan mengatakan bahwa saat ada sanksi yang diberlakukan terhadap Kuba oleh AS, mereka memiliki efek ekstra teritorial namun Uni Eropa bersatu untuk melawan dampak tersebut.

“Jadi mungkin Uni Eropa akan melakukan tindakan balasan terhadap perusahaan AS. Namun, Uni Eropa tidak memiliki kecenderungan untuk bereaksi berlebihan sehingga pertama-tama mungkin mereka akan mecoba untuk berdiskusi dan mencoba menyelesaikannya dengan damai, “kata Portela. (Baca juga: BREAKING NEWS! Moskow Minta AS Kurangi Staff Diplomatiknya di Rusia)

Analis itu lebih lanjut mengatakan bahwa UE sangat memperhatikan keamanan energinya dan ingin melindungi otonomi sehingga mungkin diperlukan beberapa tindakan terhadap AS pada akhirnya.

“Undang-undang baru ini pada dasarnya adalah tentang hubungan antara parlemen, presiden AS dan hubungan trans-Atlantik, dalam artian, hubungan antara AS dan Uni Eropa,” kata Portela. (Baca juga: Putin Setujui Pernyataan Kemenlu Rusia Soal Sanksi atas AS)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa langkah ini mengindikasikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat ingin memiliki lebih banyak kekuasaan atas sanksi dan dengan meloloskan undang-undang ini akan membuat presiden AS lebih sulit untuk mencabut sanksi yang telah ada.

Pada hari Kamis, Senat AS menyetujui sebuah RUU yang akan menjatuhkan sanksi sweeping ke Rusia dan berusaha untuk menargetkan perusahaan yang berinvestasi dalam proyek energi Rusia. RUU ini sekarang harus ditandatangani atau diveto oleh Presiden AS Donald Trump.

Prancis dan Jerman sejauh ini telah berbicara menentang undang-undang tersebut karena mempengaruhi industri-industri Eropa sekaligus memajukan kepentingan komersial AS.

Pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Rusia menangguhkan penggunaan semua gedung kedutaan AS dan kompleksnya di Moskow dan juga meminta AS untuk mengurangi jumlah staf diplomatiknya di Rusia menjadi 455 orang pada 1 September. Selain itu, kementerian tersebut mengatakan bahwa sanksi ini adalah balasan dalam menanggapi sanksi AS.

Pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia berperilaku dengan sabar di tengah sanksi, namun waktunya akan tiba ketika Moskow dipaksa untuk menanggapi arogansi AS, menambahkan bahwa jika diadopsi, RUU AS mengenai sanksi anti-Rusia itu akan menjadi gerakan “ekstra-sinis.” (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Analis: Sanksi AS terhadap Rusia Pengaruhi Uni Eropa

  1. Yg berKepentingan dengan energi ( minyak bumi dan gas adalah Arab saudi dan kroni ) yg berkepentingan deNgan Iran adalah yahudi dan saudi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: