News Ticker

HRW Pertanyakan Nasib Mantan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Nayef

Sabtu, 29 Juli 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RIYADH – Human Rights Watch telah meminta Arab Saudi untuk menjelaskan apakah benar mantan pangeran mahkota Muhammad bin Nayef telah menjalani tahanan rumah sejak dia digulingkan bulan lalu.

Menurut laporan Al-Jazeera pada Sabtu (28/07), HRW membuat tuntutan penjelasan ini melalui sebuah surat yang dilayangkan kepada Adel al-Jubeir, menteri luar negeri Arab Saudi. Kelompok advokasi hak asasi internasional itu meminta Arab Saudi untuk segera mengklarifikasi apakah ada pembatasan terhadap pergerakan Mohammad bin Nayef Al Saud. (Baca juga: Ini Bukti Bin Nayef Benar-benar Ditahan)

Mengutip laporan New York Times dari bulan Juni, HRW mengatakan bahwa Nayef telah ditahan di istananya dan dilarang bepergian ke luar negeri sejak Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengangkat putranya Mohammad bin Salman ke posisi putra mahkota. Arab Saudi sebelumnya membantah laporan tersebut.

“Pemerintah Saudi harus menghentikan penggunaan pembatasan sewenang-wenang oleh pejabat kerajaan,” ungkap Sarah Leah Whitson, direktur HRW Timur Tengah. (Baca juga: Gambar Mantan Putra Mahkota Saudi dalam Tahanan Rumah)

Ia mengatakan bahwa jika laporan penahanan Mohammed bin Nayef benar, maka hal itu akan menjadi “ironis mengingat peran (Nayef) dalam menerapkan pembatasan sewenang-wenang yang sama terhadap ribuan orang Saudi”.

Selama masa jabatan Nayef sebagai menteri dalam negeri, kementerian tersebut diduga menahan dan melecehkan orang-orang Saudi yang mengungkapkan pandangannya tentang politik, agama dan masyarakat yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah.

Pada bulan lalu, Raja Salman menunjuk putranya sendiri Mohammed bin Salman untuk menjadi putra mahkota menggantikan Mohammed bin Nayef. Disingkirkannya bin Nayef dari garis tahta mengejutkan pihak-pihak di dalam dan di luar kerajaan, dengan beberapa pengamat mengatakan bahwa insiden tersebut merupakan sebuah “kudeta” istana. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: