Berita Terbaru

Otak Bumi Datar yang Tergadaikan

Rabu, 02 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Mereka tidak setuju bukan karena ada hal hal yang bisa memudorotkan umat. Mereka tak setuju hanya karena otak mereka saja yang sudah tergadai. Otak mereka tak bisa lagi tegak lurus dengan kebenaran, kepentingan negara, kepentingan umat, dan apalagi nasib rakyat. Otak mereka adalah otak otak yang sudah terkendalikan. (Baca juga: Sumanto Al Qurtuby: Gayamu Kayak Nabi Tapi Kelakuanmu Kayak Dajjal)

Dua calon presiden itu pernah menggagagas tentang pemanfaatan dana haji. Memang secara ekonomi dan syariat tak ada larangan. Apalagi MUI telah mengeluarkan fatwa dan secara hukum perundang undangan juga sudah diatur. Dana haji ada sebuah potensi. Potensi yang bukan hanya bisa membuat jutaan umat bisa melepas kerinduannya kepada Yang Maha Kuasa, tapi juga bisa membuat dunia atau negeri tempat para calhaj itu menjadi sejahtera. Haji bukan lagi dana akhirat. Dana haji adalah dana dunia dan akhirat.

Dasar otak sudah tergadai. Mereka yang dulu mendukung calon presiden yang kalah sepertinya menjadi kalap. Apa pun yang datang dari lawan adalah sebuah barang haram. Harus ditolak dan dicaci hingga ujung paling maki. Dan itulah yang saat ini terjadi. Mereka menolak pemanfaatan dana haji hanya karena akan semakin membuat nama baik Jokowi meninggi. Sebuah hasil pemikiran dari otak-otak yang tergadai. (Baca juga: Denny Siregar: Ayo Bangkit Lawan Kelompok Radikal)

Negara lain sudah memanfaatkan dana haji dengan baik. Mereka semakin membuat sejahtera para calhajnya dari hasil pemanfaatan dana haji itu sendiri. Bahkan bisa membuat kemanfaatan pada lebih banyak orang, termasuk yang sudah bertahun tahun mimpi berhaji tapi rizki belum mau mampir ke mereka saat ini.

Karena untuk infrastruktur?

Lagi lagi, otak otak yang sudah tergadai itu berbunyi nyaring dari nurani yang sudah ternoda dan memang hina. Kebusukan itu terlalu bau menyeruak bersama ocehan tanpa makna yang mereka koarkan di mana mana. Tapi, kami tahu. Betul betul tahu, mana otak putih dan mana otak otak busuk yang hanya tahu tentang orang lain tanpa mau dan mencoa untuk melihat diri dan syahwat rendah di antara pusar dan dengkul mereka. (Baca juga: Aliran Sesat Wahabi dan Wajah Islam Moderat di Indonesia (Bagian Ketiga))

Mari kita berpikir kritis. Bukan berpikir kotor ala koboy senayan. Otak otak mereka sudah lama tergadai aneka kepentingan yang baunya meruak hingga ujung paling ujung dari belahan bumi ini. (ARN)

Penulis: Muhammad Syafei, Pegawai Negeri.

About ArrahmahNews (10895 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: