Berita Terbaru

Analis: Saudi Berusaha Mengubah Yaman Menjadi Negara Boneka

Kamis, 03 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Arab Saudi telah memimpin kampanye militer yang brutal terhadap Yaman selama lebih dari dua tahun. Kampanye tersebut, yang tidak memiliki mandat internasional dan telah menghadapi kemarahan global. Kampanye brutal Saudi telah menewaskan lebih dari 12.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

Kantor berita Press TV dalam wawancaranya dengan Catherine Shakdam, direktur Institut Shafaqna untuk Studi Timur Tengah, serta Jihad Mouracadeh, komentator politik dan pakar Timur Tengah, membahas situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman.

Shakdam yakin Arab Saudi telah melakukan genosida di Yaman karena secara sistematis menargetkan infrastruktur sipil, dan menambahkan bahwa hal itu telah menyebabkan “krisis kemanusiaan yang dramatis” di negara Arab yang miskin itu. (Baca juga: Perang Yaman 197 Hari: Pemerintahan Boneka Saudi di Yaman Pecah Pasca Hotel Qasr Diserang)

Analis juga mencatat satu-satunya solusi untuk situasi di Yaman adalah Arab Saudi dan koalisinya harus segara menghentikan agresi militer mereka. Namun, dia mengatakan, Riyadh tidak ingin menghentikan perang karena berusaha untuk “mencaplok” Yaman dan mengubahnya menjadi “negara klien/boneka”.

Lebih lanjut Shakdam menyatakan bahwa orang Yaman berhak atas masa depan politik mereka dan Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Inggris seharusnya tidak memiliki suara disana.

Dia juga menyatakan bahwa AS telah memberi “hadiah” kepada Riyadh dengan menandatangani kesepakatan senjata yang sangat menguntungkan dengan kerajaan tersebut, dengan alasan bahwa Washington hanya ingin menghasilkan lebih banyak uang dan tidak peduli dengan orang-orang Yaman. (Baca juga: Analis: Negara-negara Arab adalah Boneka Washington)

“Apa yang mereka [Amerika] coba lakukan adalah kapitalisme… Ini bukan tentang demokrasi, ini bukan tentang hak asasi manusia, ini bukan tentang kehendak Riyadh untuk mencoba memaksakan realitas religius tertentu, apa yang Anda miliki di sini, adalah keinginan untuk benar-benar memojokkan Timur Tengah dan orang-orang Saudi telah meyakinkan orang Amerika bahwa sekarang mereka adalah orang-orang yang melakukannya dan merekalah yang akan melaksanakan agenda tersebut,” katanya.

Analis tersebut menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Saudi harus sangat berhati-hati karena mereka kehabisan uang dan modal politik, dengan menyatakan bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas semua kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia, tindakan mengerikan dan kebijakan yang mereka bawa.

Sementara itu, Jihad Mouracadeh, panelis lain dalam program ini, berpendapat bahwa seharusnya ada jalan untuk menyelesaikan perang di Yaman. Jika tidak, korban dan penderitaan manusia akan berlanjut. (Baca juga: Hadi Gunakan Al Qaeda Sebagai Boneka Untuk Amankan Kekuasaan)

Analis tersebut mengatakan bahwa dia yakin ini adalah kekuatan yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang memerangi pejuang Houthi Ansarullah, bukan Arab Saudi, dan menambahkan bahwa Riyadh hanya membantu mereka mengambil alih kekuasaan. (ARN)

About ArrahmahNews (10975 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: