Berita Terbaru

Analis: Ada Perang Total dalam Administrasi Trump atas Rusia

Jum’at, 04 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Administrasi Presiden AS Donald Trump terlibat dalam “perang total” karena pejabat senior Gedung Putih berjuang untuk mengembangkan sebuah kebijakan bersama terhadap Rusia, kata seorang analis politik di Washington.

“Anda tahu ada perang total di dalam pemerintahan,” kata Mike Billington, seorang editor Executive Intelligence Review. (Baca juga: Ancaman Rusia yang Membuat Amerika Takut)

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson telah “benar-benar menolak semua sampah yang keluar dari pers mengenai Trump yang kini sedang melakukan mobilisasi melawan Rusia, sedang melakukan mobilisasi melawan China, dan Tillerson benar-benar menentangnya,” kata Billington kepada Press TV pada hari Rabu.

“Dan di China, dia mengatakan ini bukan tentang perdagangan, tapi dia mengatakan bahwa kami tidak menyalahkan China atas krisis Korea Utara, dan kami ingin berbicara dengan Korea Utara dan mereka harus mengerti bahwa kami bukan ancaman, kami tidak akan menyerang, dan kami tidak akan memaksa unifikasi,” tambahnya.

“Ini adalah kebalikan dari apa yang (Wakil Presiden AS Mike) Pence katakan di Eropa, dimana dia mengomel tentang agresi Rusia dan ancaman dari Rusia; Momok Ini hampir seperti hantu komunisme tahun 1950an,” kata Billington. (Baca juga: Rusia Tawarkan Bantu Amerika Latin Lawan Intervensi AS)

Pada hari Rabu, Trump enggan menandatangani undang-undang yang telah disetujui oleh Kongres yang memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia, Iran dan Korea Utara.

Presiden secara pribadi menentang tindakan tersebut dan ajudannya telah melobi terhadap mereka. Kongres mengeluarkan paket sanksi baru minggu lalu.

Tillerson mengungkapkan kekecewaannya setelah Kongres mengeluarkan sanksi anti-Rusia, terutama karena mereka akan menghalangi upaya memperbaiki hubungan antara kedua negara. (Baca juga: Krimea: Hanya AS yang Terus Dapat keuntungan dari Sanksi Anti Rusia)

“Tindakan Kongres yang menerapkan sanksi ini dan cara mereka melakukannya, baik presiden maupun saya sangat senang dengan hal itu,” kata Tillerson kepada wartawan Selasa di ruang briefing Departemen Luar Negeri. Ucapan Tillerson berbeda dengan pendapat Pence, yang mengatakan bahwa RUU tersebut menunjukkan bahwa Trump dan Kongres berbicara “dengan satu suara.” (ARN)

About ArrahmahNews (11367 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: