Berita Terbaru

KEJI! Polisi Bahrain Siksa Anak-anak di Bawah Umur Dengan Sengatan Listrik

Jum’at, 4 Agustus 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BAHRAIN – Dua remaja Bahrain dilaporkan mengalami penyiksaan dengan sengatan listrik oleh polisi saat diintrograsi, dimana rezim Al Khalifah yang berkuasa terus menargetkan anak di bawah umur, menangkap dan menekan mereka dengan berbagai bentuk penyiksaan, terlepas dari seruan internasional untuk menghentikan praktik tersebut.

Keluarga Mohammed Ibrahim Abdel-Jabbar yang berusia 16 tahun, penduduk lokal desa Bani Jamra di barat laut negara itu, mengatakan anak mereka telah memberi tahu mereka bahwa Mohammed Ibrahim disetrum di kantor polisi Dawar 17 sebelum pihak berwenang memindahkannya ke Penjara Dry Dock, Kantor berita Arab al-Youm melaporkan.

Mereka menambahkan bahwa Mohammed Ibrahim, terlihat pucat dan kurus, serta depresi dalam sebuah reuni keluarga pada hari Rabu.

Keluarga tersebut menjelaskan bahwa anak mereka telah ditahan dengan menunggu penyelidikan atas dugaan tuduhan terkait dengan kegiatan politik.

Bulan lalu, Kantor Jaksa Penuntut Umum memerintahkan penahanan Abdel Jabbar dan remaja lainnya, yang diidentifikasi sebagai Ahmed Mansoor. Mereka ditangkap pada 22 Juli.

Mohammed Ibrahim dan Ahmed ditanyai dan mengalami penyiksaan selama sepuluh hari saat ditahan di kantor polisi Dawar 17.

Mereka dipaksa berdiri di atas satu kaki saat diinterogasi, dan masing-masing ditemani oleh dua penjaga rezim. Mereka juga dipukuli dan diberi sengatan listrik.

Kedua remaja tersebut dipaksa untuk menandatangani pengakuan palsu, sebelum Jaksa Penuntut Umum memerintahkan mereka harus dipenjara selama 30 hari, pada 30 Juli.

Ribuan demonstran anti-rezim mengadakan demonstrasi di Bahrain hampir setiap hari, sejak pemberontakan rakyat dimulai di negara tersebut pada pertengahan Februari 2011.

Mereka menuntut agar dinasti Al Khalifah menyerahkan kekuasaan dan mengizinkan sebuah sistem yang adil yang mewakili semua rakyat Bahrain.

Manama telah berusaha keras untuk menekan tanda-tanda perbedaan pendapat. Pada tanggal 14 Maret 2011, pasukan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ditugaskan untuk membantu Bahrain dalam tindakan kerasnya.

Sejumlah orang telah kehilangan nyawa mereka dan ratusan lainnya menderita luka-luka atau ditangkap karena tindakan keras rezim Al Khalifah.

Pada tanggal 5 Maret, parlemen Bahrain menyetujui persidangan warga sipil di pengadilan militer dalam sebuah tindakan yang dilakukan oleh pejuang hak asasi manusia karena sama dengan pemberlakuan undang-undang darurat militer di negara tersebut.

Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifah meratifikasi amandemen konstitusi pada 3 April. [ARN]

About ArrahmahNews (11752 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: