News Ticker

Disanksi AS, Iran-Rusia Sepakat Perkuat Kerjasama Militer

Sabtu, 05 Agustus 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Rusia dan Iran sepakat untuk memperkuat kerja sama militer, teknis dan teknologi setelah sanksi baru AS yang dikenakan terhadap kedua negara.

“Wakil Perdana Menteri Rusia, Rogozin, akan membahas pasokan senjata dengan Menteri Pertahanan Iran, Hossein Dehghan, di Teheran pada hari Sabtu (05/08), setelah kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama militer, teknis dan teknologi setelah ada sanksi baru AS,” kata seorang sumber di kantor Rogozin sebagaimana dikutip Sputnik, Sabtu (05/08).

Rogozin dijadwalkan mengunjungi Iran pada hari ini, Sabtu (05/08) untuk memimpin delegasi Rusia ke upacara peresmian terpilihnya kembali Presiden Iran Hassan Rouhani.

Rogozin akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan untuk membahas beberapa hal, termasuk pasokan baru senjata Rusia, “kata sumber tersebut, menambahkan bahwa kedua pihak” telah mencapai kesepakatan tentatif untuk meningkatkan kerjasama militer dan teknis serta teknologi setelah kedua negara dimasukkan dalam daftar sanksi. “

Sumber tersebut menambahkan bahwa delegasi Rusia akan bekerja untuk memungkinkan penandatanganan kesepakatan baru.

Selain itu, Wakil Perdana Menteri direncanakan bertemu dengan Wakil Presiden Iran untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Sorena Sattari, untuk membahas transfer teknologi maju dan pelatihan spesialis Iran di Rusia.

Pekan lalu, Kongres AS menyetujui sebuah RUU tentang sanksi baru terhadap Iran, Korea Utara dan Rusia dan berita muncul bahwa Trump bermaksud untuk menandatanganinya. Presiden AS menyetujui RUU sanksi tersebut pada hari Rabu lalu. Undang-undang tersebut secara khusus menargetkan sektor energi dan perusahaan energi Rusia dan berencana untuk menangkal konstruksi pipa Nord Stream 2, karena Amerika Serikat meyakini bahwa proyek tersebut mengancam keamanan energi Ukraina dan Uni Eropa, serta mengusulkan untuk mengekspor energi AS untuk menjamin keamanan energy abgi sekutu-sekutu AS.

Pada tanggal 28 Juli, Moskow mengumumkan langkah balasan sebagai tanggapan atas sanksi AS dan pengusiran 35 staf diplomatik Rusia dari Amerika Serikat pada akhir 2016. Langkah-langkah tersebut mencakup pengurangan kehadiran diplomatik Amerika Serikat hingga tinggal 455 orang, atau sama dengan jumlah perwakilan diplomatik Rusia yang saat ini berada di Amerika Serikat. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: