News Ticker

Israel Tangkap Legislator Palestina Afiliasi Hamas di Tepi Barat

Sabtu, 05 Agustus 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, GAZA – Pasukan militer Israel telah menahan seorang legislator Palestina berusia 66 tahun, yang berafiliasi dengan gerakan perlawanan Hamas, di Gaza, bersama dengan lebih dari 12 warga Palestina lainnya dalam serangan terpisah di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Sumber lokal, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa tentara Israel menggerebek lingkungan paling utara di Palestina, Kafr ‘Aqab, yang terletak dua kilometer dari Ramallah, pada hari Jumat (04/09)dan masuk ke rumah Muhammad Hassan Abu Tir, yang juga dikenal sebagai Sheikh Abu Mus’ab , kemudian menahannya.

Abu Tir adalah anggota blok Perubahan dan Reformasi yang berafiliasi dengan Hamas di Dewan Legislatif Palestina (PLC). Pasukan Israel telah menahan anggota parlemen berusia 66 tahun itu dalam banyak kesempatan di masa lalu.

Abu Tir, yang telah menghabiskan setidaknya 32 tahun dalam tahanan mematikan Israel, pertama kali ditahan pada tahun 1974 dan terakhir ditangkap pada 28 Januari 2016 dari rumahnya kemudian dibebaskan pada 30 Mei tahun ini sebelum kemarin ditangkap kembali.

Juga pada hari Jumat, pasukan Israel memasuki beberapa rumah di lingkungan Mali yang didominasi penduduk Palestina di pinggiran Kota Tua Yerusalem al-Quds, dan menangkap dua orang.

Seorang warga Palestina juga ditahan di kamp pengungsian Qalandiya, sebelah selatan Ramallah, dimana hal ini memicu bentrokan dengan kekerasan. Seorang pengunjuk rasa menderita luka tembak di kaki, dan dipindahkan ke Kompleks Medis Ramallah untuk perawatan.

Seorang warga Palestina juga ditembak dan terluka dalam serangan militer di kota Beit Fajjar, yang terletak delapan kilometer di selatan Betlehem.

Pasukan Israel melakukan penggerebekan malam di wilayah Palestina yang diduduki hampir setiap hari.

Lebih dari 7.000 warga Palestina dilaporkan ditahan di penjara-penjara Israel. Ratusan narapidana tampaknya telah dipenjara di bawah praktik penahanan administratif, sebuah kebijakan dimana narapidana Palestina ditahan di fasilitas penahanan Israel tanpa diadili ataupengajuan tuntutan.

Wilayah Palestina yang diduduki telah menyaksikan ketegangan baru sejak pasukan Israel memperkenalkan pembatasan masuknya para jamaah Palestina ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur al-Quds pada Agustus 2015.

Lebih dari 300 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka di tangan pasukan Israel dalam ketegangan yang terus berlanjut sejak awal Oktober 2015.

Rezim Tel Aviv telah mencoba mengubah susunan demografis Yerusalem al-Quds selama beberapa dekade terakhir dengan membangun permukiman, menghancurkan situs-situs bersejarah dan mengusir penduduk Palestina setempat. Orang-orang Palestina mengatakan bahwa tindakan Israel ditujukan untuk membuka jalan bagi Yudaisasi kota.

Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah situs flashpoint Islam, yang juga suci bagi orang Yahudi. Masjid tersebut merupakan situs tersuci ketiga Islam setelah Mekah dan Madinah di Arab Saudi. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: