NewsTicker

Lavrov: Pembentukan Zona De-Eskalasi di Idlib adalah yang Tersulit

Senin, 07 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MANILA – Usaha pada pembentukan zona aman di provinsi Idlib, barat laut Suriah akan menjadi rumit karena kemungkinan kesulitan dalam mengkoordinasikan parameternya. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan hal ini pada hari Minggu (06/08).

Lavrov menambahkan sebagaimana dilaporkan Sputnik, bahwa zona de-eskalasi di Idlib adalah “yang paling rumit dari empat zona yang telah disetujui oleh Rusia, Turki dan Iran di Astana pada bulan Mei.”

“Pekerjaan saat ini sedang berlangsung di zona ketiga, yang terbesar dan mungkin yang paling rumit, di provinsi Idlib . Tidak akan mudah untuk mengkoordinasikan parameter zona de-eskalasi,” ungkap Lavrov kepada wartawan di sela-sela Forum ASEAN di Manila

“Kami berasumsi bahwa (Iran, Rusia dan Turki) serta pemain lain termasuk Amerika Serikat mungkin memiliki pengaruh terhadap semua militan, pada semua formasi bersenjata, yang tentu saja tidak termasuk para teroris, yang tidak termasuk dalam kesepakatan apapun. (Iran, Rusia, Turki dan koalisi pimpinan AS) secara bersamaan akan menggunakan pengaruh pada pemain tertentu, saya yakin kompromi yang berkontribusi pada gencatan senjata dan menciptakan syarat-syarat untuk proses politik, akan ditemukan, ” jelas Lavrov. (Baca juga: Analis: Krisis Qatar Memungkinkan Terbentuknya Koalisi Baru Timur Tengah)

Pada tanggal 4 Mei, negara-negara penjamin gencatan senjata Suriah, Rusia, Turki dan Iran, menandatangani sebuah memorandum tentang pembentukan empat zona de-eskalasi di Suriah, yang mencakup provinsi Idlib dan tujuh wilayah lainnya. Keempat zona tersebut diharapkan dapat memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, membantu mencegah bentrokan di masa depan dan memulihkan aktivitas ekonomi. Memorandum tentang pembentukan empat zona tersebut mulai berlaku pada 6 Mei.

Zona di Suriah selatan dan Ghouta Timur sudah beroperasi secara efektif pada hari Senin, perwakilan Kementerian Pertahanan Rusia dan oposisi moderat Suriah telah mencapai kesepakatan mengenai pembentukan zona de-eskalasi ketiga di bagian utara Suriah provinsi Homs.

Pada hari Sabtu, seorang anggota gerakan oposisi Suriah mengatakan kepada Sputnik bahwa upaya Rusia dan Mesir mungkin akan membuat provinsi Idlib di barat laut Suriah menjadi tahap selanjutnya dari zona de-eskalasi di negara ini setelah provinsi Homs. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: