News Ticker

Penyelidikan Korupsi Ditingkatkan, PM Israel Hadapi Tekanan Besar

Selasa, 08 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan hukum yang meningkat karena penyidik tampaknya memusatkan perhatian pada perannya dalam serangkaian kasus korupsi tingkat tinggi. (Baca juga: Suhu Politik Israel Memanas Pasca Beredarnya Video Korupsi Netanyahu)

Huffington Post pada Selasa (08/08) menyebutkan bahwa beberapa investigasi kriminal melibatkan Netanyahu yang sudah diproses selama berbulan-bulan telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa hari ini. Polisi Israel pada hari Kamis mengkonfirmasi bahwa Netanyahu adalah tersangka dalam dua kasus yang melibatkan kecurangan dan korupsi. Sehari kemudian, pihak berwenang mengatakan bahwa mantan kepala staf perdana menteri, Ari Harow, kini menjadi saksi negara terkait kasus ini.

Memang belum ada indikasi bahwa kepemimpinan Netanyahu berada dalam bahaya, namun langkah hukum baru ini menempatkan perdana menteri keempat Israel itu dalam posisi genting dan sangat berpotensi membuatnya jadi tersangka.

Selama ini Netanyahu telah berusaha untuk menolak tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai gangguan tanpa dasar yang tidak perlu dipedulikan. Dalam sebuah video yang diposting ke halaman Facebook resminya pada hari Jumat, dia merujuk pada penyelidikan sebagai “latar belakang kebisingan”. (Baca juga: LAGI, PM Israel Benyamin Netanyahu Terbelit Dua Kasus Korupsi)

Tapi tidak jelas berapa lama lagi Netanyahu akan bisa dengan santai menolak tuduhan tersebut. Banyak kecurangan, penyuapan dan investigasi korupsi telah menyapu anggota lingkaran dalam Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi tersangka beberapa kejahatan termasuk suap, penggelapan dan pelanggaran kepercayaan. Dalam satu dokumen yang diajukan ke hakim pengadilan, polisi mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa Netanyahu adalah tersangka dalam dua kasus korupsi yang sedang diselidiki.

Menurut warta media setempat, Netanyahu disangka menerima suap dari miliarder Israel-Amerika di Hollywood Arnon Milchan, dan menawarkan keuntungan komersial ke satu penerbit surat kabar sebagai imbalan bagi liputan positif.

Netanyahu (67) adalah tersangka dalam dua kasus. Satu, yang disebut polisi sebagai “Kasus 2000”, melibatkan pembicaraan rahasia yang ia lakukan dengan pemilik surat kabar besar Israel bernama Yediot Aharonot mengenai pengurangan persaingan dalam sektor berita sebagai imbalan bagai liputan yang lebih positif.

Kasus lain, yang dikenal dengan nama “Kasus 1000”, melibatkan kecurigaan bahwa Netanyahu dan istrinya Sara menerima hadiah-hadiah mahal dari pengusaha Israel-AS dan produser Hollywood Arnon Milchan.

Netanyahu telah diperiksa oleh polisi empat kali. Pada Maret, Kepala Polisi Roni Alsheikh menduga polisi hampir menuntaskan penyelidikan itu, dan berkata, “Kami berada pada tahap akhir.”

Penundaan oleh otoritas penegak hukum menyulut kemarahan di dalam masyarakat Israel, memunculkan demonstrasi mingguan di dekat kediaman Mendelblit guna menuntut pengajuan tuntutan terhadap Netanyahu. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: