Berita Terbaru

HRW: Pengusiran Warga Palestina dari Yerusalem adalah Kejahatan Perang

Rabu, 09 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Human Rights Watch telah memperingatkan bahwa pengusiran sekitar 15.000 warga Palestina yang berhak tinggal di Yerusalem al-Quds sejak 1967 adalah sebuah “kejahatan perang”. (Baca juga: HRW; Pasukan Israel Target Anak-Anak Palestina)

Direktur HRW di Timur Tengah, Sarah Leah Whitson, dalam laporan terkait mengatakan, hal ini jelas bertentang dengan klaim Israel. “Israel mengklaim untuk memperlakukan Jerusalem sebagai kota terpadu, tapi kenyataannya secara efektif merupakan seperangkat aturan untuk orang Yahudi dan satu lagi untuk orang Palestina,” ucapnya.

“Diskriminasi yang mengikat terhadap orang-orang Palestina di Yerusalem, termasuk kebijakan residensi yang membahayakan status hukum mereka, memberi keterasingan penduduk kota,” kata Whitson menambahkan. (Baca juga: Mayoritas Tahanan Anak Palestina Disiksa di Penjara Israel)

“Deportasi atau pemindahan paksa dari setiap bagian populasi wilayah yang diduduki bisa berarti kejahatan perang,” katanya.

Dari tanggal 5 sampai 10 Juni 1967, Perang Enam Hari trjadi antara rezim Israel di satu sisi dan Mesir, Yordania, serta Suriah di sisi lain. Pada akhir perang tersebut, Israel menduduki Tepi Barat, Yerusalem Timur al-Quds, Jalur Gaza, dan sebagian Dataran Tinggi Golan. Israel kemudian mengundurkan diri dari Gaza namun mengepungnya. Perang dan operasi pengusiran yang dilakukan Israel kemudian menjadikan ratusan ribu orang Palestina dan Suriah mengungsi.

“Sejak saat itu, 14.595 warga Palestina kehilangan tempat tinggal dan status kewarga-negaraan mereka, sebuah langkah yang secara efektif menghentikan mereka tinggal di kota kelahiran mereka,” kata Whitson.

Dalam laporan yang diterbitkannya, HRW mengatakan, pencabutan izin tinggal, pembongkaran rumah penduduk, dan pembatasan pembangunan permukiman Palestina di Jerusalem memiliki satu tujuan, yakni agar kota tersebut semakin dipadati oleh permukiman Yahudi yang sebenarnya dibangun secara ilegal. (Baca juga: HRW Desak Yordania Mudahkan Transit bagi Warga Gaza Palestina)

Israel membatasi pertumbuhan penduduk Palestina di daerah yang dijajahnya tersebut. “Kenyataan ini mencerminkan tujuan pemerintah Israel untuk mempertahankan mayoritas Yahudi yang solid di kota ini,” kata HRW dalam laporannya

Israel diminta untuk menarik diri dari semua wilayah yang direbut dalam perang di bawah Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 242, yang diadopsi beberapa bulan setelah Perang Enam Hari, pada bulan November 1967. Namun rezim Tel Aviv tidak pernah mematuhi hukum internasional sejak saat itu.

Laporan tersebut muncul beberapa hari setelah sebuah pengadilan Israel memutuskan untuk mencabut kewarganegaraan seorang pria muda Arab-Israel atas keterlibatan yang diakui dalam sebuah serangan terhadap tentara Israel di wilayah utara yang diduduki dua tahun lalu. (ARN)

About ArrahmahNews (11385 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: