Berita Terbaru

Komandan MPU Tuntut AS Bertanggung Jawab atas Serangan ke Pangkalan Militernya

Rabu, 9 Agustus 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, BAGHDAD – Komandan Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU) meminta koalisi pimpinan AS bertanggung jawab atas serangan mematikan baru-baru ini terhadap pasukannya di dekat perbatasan Suriah, dengan mengatakan bahwa para teroris ISIS tidak mungkin berada di balik serangan tersebut karena mereka tidak memiliki senjata pintar.

Pada tanggal 7 Agustus, komandan Brigade Martyrs mengatakan bahwa pangkalan militernya di wilayah al-Tanf berada di bawah serangan artileri dan bom pintar oleh koalisi pimpinan AS, yang bermaksud menyelamatkan ISIS di Irak dan Suriah.

Lebih dari 30 pasukan sukarelawan Irak, yang dikenal sebagai Hashd al-Sha’abi, tewas dalam serangan tersebut.

Sementara itu, Kolonel Angkatan Darat AS Ryan Dillon, juru bicara pasukan pimpinan AS, menolak laporan tersebut karena “tidak akurat” dan membantah telah melakukan serangan udara di wilayah tersebut pada saat itu.

Namun, Karim al-Nouri, seorang juru bicara PMU, mengatakan kepada saluran televisi Lebanon al-Mayadeen bahwa serangan tersebut tidak dapat dilakukan oleh teroris ISIS karena mereka tidak memiliki bom pintar untuk digunakan menyerang basis Irak.

Dia menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan yang disengaja, dengan mengatakan bahwa tidak mungkin militer AS secara salah menargetkan tentara Irak.

AS, sebelum kejadian tersebut, mengancam pasukan Hashd al-Sha’abi di daerah tersebut dan memperingatkan mereka agar tidak mendekati perbatasan Irak-Suriah, kata komandan tersebut.

Berbicara kepada Kantor Berita Tasnim Iran pada hari Selasa, Abu Ala al-Wella’ei, yang memimpin Brigade, mengatakan bahwa serangan tersebut telah diikuti oleh serangan ISIS terhadap pasukan Hashd al-Sha’abi di daerah tersebut.

Sifat serangan tersebut, katanya, mengindikasikan adanya kerja sama antara koalisi pimpinan AS dan ISIS.

Dia menolak klaim bahwa serangan AS itu bisa dilakukan karena kesalahan, mengatakan bahwa pesawat tak berawak melakukan operasi pengawasan tanpa henti di wilayah tersebut sehingga pasukan AS memberi perintah sempurna mengenai situasi tersebut.

Al-Wella’ei menyebut Operasi Inherent Resolve, nama kode untuk serangan yang dipimpin AS, adalah sebuah tipuan, dan mengatakan bahwa misinya memberikan penutup udara untuk teroris Takfiris di perbatasan Irak-Suriah. [ARN]

About ArrahmahNews (10895 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: