Berita Terbaru

Kehabisan Stok, Bank Darah Nasional Yaman Terancam Tutup

Jum’at, 11 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Bank darah nasional Yaman terancam benar-benar tutup dalam waktu seminggu ini seiring terus berlangsungnya serangan militer mematikan dari Arab Saudi ke negara miskin tersebut, dan belum datangnya bantuan dari WHO untuk menyediakan kebutuhan bank itu.

Ayman al-Shihari, direktur fasilitas tersebut, pada hari Kamis (10/08) memperingatkan bahwa penutupan tersebut dapat memperburuk krisis kemanusiaan yang ada di negara ini. (Baca juga: Pemerintah Yaman Desak Peran Aktif Uni Eropa untuk Hentikan Eskalasi Saudi)

“Persediaan sudah habis,” ungkap al-Shihari sebagaimana dikutip media Yaman.

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa penutupan bank dapat menyebabkan “malapetaka kemanusiaan,” mengingat bahwa fasilitas tersebut menerima hingga 3.000 kasus setiap bulan.

Kasus-kasus tersebut meliputi pasien dengan kanker, thalassemia, gagal ginjal dan mereka yang terluka dalam perang. Thalassemia adalah bentuk turun temurun anemia yang membutuhkan transfusi teratur. (Baca juga: Sana’a: PBB Abaikan Darah Rakyat Yaman)

Ucapan tersebut muncul setelah organisasi Doctors Without Borders, yang juga dikenal dengan akronim MSF Prancis, menginformasikan kepada bank Yaman bahwa pihaknya menangguhkan bantuan mereka setelah lebih dari dua tahun bekerja. Di tempat lain dalam sambutannya, al-Shihari menambahkan bahwa fasilitas tersebut belum menerima bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB.

MSF memberikan donasi terakhirnya ke bank darah tersebut pada bulan Juni setelah menandatangani sebuah kesepakatan dengan WHO untuk pengambil alihan tanggung jawab pemberian bantuan ke badan kesehatan PBB tersebut. Persediaan MSF hanya mencakup dua bulan. (Baca juga: Jumat Berdarah di Rumah Sakit Yaman)

MSF telah melakukan pekerjaan ekstensif di Yaman sejak invasi militer Saudi dimulai pada tahun 2015, dengan mengoperasikan rumah sakit dan klinik serta menyediakan pasokan medis ke berbagai fasilitas.

Dalam sebuah laporan pada bulan Januari, badan amal internasional tersebut mengatakan telah menyediakan alat tes darah reguler ke bank darah sejak September 2015.

Munir al-Zubaidi, juru bicara bank tersebut, sebelumnya mengatakan bahwa pasien dan juga korban konflik akan terus menderita jika bank tersebut ditutup. (ARN)

About ArrahmahNews (11367 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: