Berita Terbaru

MENJAGA INDONESIA! Gus Yaqut: Kebhinekaan Sudah Kodrat Indonesia

Kongkow Bareng Gus Yaqut

Jum’at, 11 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SOLO – Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau yang lebih akrab disapa Gus Yaqut menegaskan, Indonesia memiliki kodrat kebhinekaan. Sehingga, tidak pada tempatnya jika ada kelompok yang ingin menyeragamkan Indonesia dan menghilangkan keberagaman yang ada. (Baca juga: MENGHARUKAN! Ketum Ansor Bantu Kontrak Rumah untuk Pesantren Terlantar di Bandung)

Hal tersebut diutarakan Panglima Tertinggi Banser NU tersebut saat menjadi pembicara dalam acara “Menjaga Indonesia:

” yang digelar di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (10/8).

“Dan yang menyatukan perbedaan tersebut adalah pesantren. Buktinya pada abad 19 saat ada gelombang haji nusantara, yang berangkat adalah orang-orang pesantren. Di mana dalam proses menjalankan ibadah haji mereka bertemu dan berkumpul dengan sesama santri se-Nusantara. Dari situ mereka memahami perbedaan dan kemudian saat kembali ke Tanah Air mendirikan organisasi NU (Nahdratul Ulama, red), yang mendedikasikan diri untuk memerdekakan negara,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, saat ini sudah menjadi tugas Ansor dan Banser untuk tetap menjaga Indonesia sebagaimana kodratnya, bahkan jika kedua elemen NU tersebut menjadi satu-satunya yang menjaga keutuhan dan kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, menjaga Indonesia bagi Banser dan GP Ansor sama dengan menjaga warisan kiai-kiai NU yang ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa kala itu. (Baca juga: Ketua Umum GP Ansor: Gabung ISIS Dan Sudah Menolak NKRI, Tak Usah Diterima)

“Jangan diam saja, kita semua punya saham atas negara. Jadi jangan diam saat melihat negara akan direbut oleh mereka, jangan diam saja melihat negara yang ikut didirikan para kiai dirampok oleh orang-orang yang tidak punya jejak di negara ini,” tandasnya.

Ia juga mengajak semua elemen bangsa untuk melawan pihak-pihak yang ingin merongrong persatuan, kebhinekaan, serta dasar negara Pancasila. Terlebih di saat ini Indonesia sedang mengalami tiga cobaan berat. Yakni, cobaan konsensus nasional, klaim keagamaan serta cobaan mayoritas yang lebih memilih diam.

Dalam hal konsensus nasional, Gus Yaqut mengatakan hal tersebut terlihat dari pihak yang menentang terbitnya Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Dimana perppu tersebut merupakan sebuah ikhtiar negara untuk melindungi NKRI dari perusak konsensus nasional. Diantaranya melalui gerakan-gerakan terorisme yang bertujuan mengganti negara dan dasar negara dan konsensus nasional. (Baca juga: GP Ansor Nilai Ideologi HTI Rusak Tatanan Bangsa)

“Sebagai santri harus melawan. Caranya, dengan kaderisasi terus menerus, supaya orang yang paham kebangsaan dan perjuangan semakin banyak. Selain itu dengan mengajak kelompok-kelompok radikal kembali ke bumi pertiwi. Tapi jika memang tidak mau dan maunya perang. Maka saya instruksikan tantang mereka untuk menjemput kiamat bersama-sama,” tegasnya.

Cobaan kedua, adalah ancaman klaim keagamaan sebagaimana yang dilakukan kelompok yang memerangi pihak yang tidak sama dengan mereka. “Seakan-akan yang tidak seperti mereka bukan Islam dan harus diperangi. Klaim keagamaan yang sesat ini bisa menjadi ancaman keberagaman NKRI. Mereka merasa belum tuntas beragam jika belum berkonflik dengan yang berbeda,” urai Gus Yaqut.

Sedangkan yang terakhir adalah cobaan diamnya mayoritas akan fenomena percobaan pergeseran kebhinekaan yang sedang terjadi saat ini. Dimana sebenarnya sebagai mayoritas memiliki kekuatan lebih untuk menghadapi kaum minoritas yang ingin merongrong NKRI.

“Sudah saatnya kita melawan. Toh, jumlah kita lebih besar, jangan sampai menunggu mereka besar dan membinasakan kita. Harus kita binasakan dulu kalau memang tidak bisa dibina. Jangan hanya diam dan menyerahkan pada orang lain,” ujarnya. (Baca juga: Lawan Makar Khilafah HTI, GP Ansor Berada di Setiap Jengkal NKRI)

Hal senada juga diutarakan, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Muhammad Dian Nafi. Ia mengatakan jika Indonesia memang ditakdirkan berbhineka dengan nilai-nilai keberagaman yang dianut oleh masyarakatnya. “Dan tantangan bagi kita untuk mencari titik temu dari perbedaan yang ada. Meski sebenarnya Pancasila sudah memayungi keberagaman yang ada,” tuturnya.

Sedangkan Direktur Intelkam Polda Jawa Tengah, Kompas Pol Eko Widianto berharap masyarakat tidak diam lagi menghadapi persoalan bangsa khususnya menghadapi kelompok-kelompok radikal yang ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

“Selama ini kami yang dijadikan tameng dalam melindungi dan menjaga keutuhan NKRI. Sehingga sering disindir dan dinyinyiri. Namun sebagai bentuk tanggung jawab kami berupaya semaksimal mungkin dengan segala risiko dan cemoohan. Karena itu, kami berterima kasih selama ini Banser dan GP Ansor menjadi bagian masyarakat yang tidak hanya diam dan membantu mempertahankan NKRI,” ungkapnya. (ARN)

About ArrahmahNews (11358 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: