Berita Terbaru

Myanmar Berlakukan Jam Malam di Rakhine Utara

Minggu, 13 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, RAKHINE – Myanmar dilaporkan telah mengumumkan jam malam baru di negara bagian Rakhine utara, di mana lebih dari satu juta Muslim Rohingya tinggal, setelah menempatkan ratusan tentara di wilayah yang bergolakitu untuk memperkuat kehadiran militernya.

Menurut media negara negara Asia Tenggara, pemerintah pada hari Sabtu (12/08) memberlakukan gelombang baru jam malam untuk diberlakukan “di daerah-daerah yang diperlukan” seiring dengan “operasi pembersihan” yang dijalankan militer. (Baca juga: HRW: Citra Satelit Tunjukkan Bukti Kekejaman Tentara Myanmar atas Etnis Rohingya)

“Beberapa warga Muslim di desa di Rathidaung tidak berani pergi ke luar,” kata seorang warga Muslim Rohingya, menambahkan bahwa komunitasnya yang putus asa takut akan terulangnya tindakan keras brutal tahun lalu.

Pada hari Jumat, terungkap bahwa pemerintah telah mengerahkan sekitar 500 tentara ke beberapa desa, termasuk Buthidaung dan Maungdaw, dekat perbatasan dengan Bangladesh sehari sebelumnya. (Baca juga: Tentara Myanmar Perkosa Puluhan Wanita Rohingya dan Merampok Desa Mereka)

Keputusan pemerintah untuk meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut dan mengumumkan jam malam, terjadi seminggu setelah penduduk setempat mengklaim bahwa mereka menemukan tujuh mayat umat Buddha di sekitar Maungdaw setelah mereka menemukan sebuah kamp milik para pejuang Rohingya.

Pemerintah menuduh “ekstrimis Islam” berada dibalik insiden tersebut , beralasan pegerahan militer diperlukan untuk menggagalkan ancaman “pemberontak” Rohingya.

“Kita harus meningkatkan operasi keamanan karena situasi keamanan memburuk, beberapa Muslim dan Budha telah terbunuh oleh pemberontak,” kata Kapolda Rakhine Kolonel Sein Lwin. (Baca juga: PBB; Myanmar Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Muslim Rohingya)

Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Jumat, menyuarakan kekhawatiran atas laporan-laporan mengenai penempatan militer di wilayah tersebut, dan menyebut langkah itu sebagai “penyebab keprihatinan utama.”

Sebelumnya, PBB telah menyatakan bahwa militer Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap warga Rohingya selama kampanye kontra pemberontakan di wilayah tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (11787 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: