News Ticker

Inilah Kronologi Pembakaran Umbul-umbul Bendera Merah Putih di Bogor

Jum’at, 18 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, BOGOR – Inilah koronologi pembakaran umbul-umbul bendera merah putih di Bogor. Salut kepada Aparat dan Warga dalam kesigapannya menindak tegas duri dalam daging NKRI. Kasus Pembakaran Umbul-umbul Merah Putih di PonPes Ibnu Mas’ud Bogor. (Baca juga: HTI dan PKS Dua Mata Uang yang Sama)

Sejak awal Ponpes Ibnu mas’ud secara terang-terangan menolak pemasangan bendera dan mengikuti upacara 17 agustus dikarenakan tidak mengakui NKRI. Adanya beberapa pelaku kasus teror yang terkait langsung dengan Ponpes Ibnu Mas’ud, membuktikn bahwa Ponpes Ibnu Mas’ud memiliki faham Wahabi Jihadi (baca: irhabi=teroris).

A. Pada hari Kamis 17 Agustus 2017 pukul 11.10 Wib, telah berlangsung kunjungan Muspika Kec. Tamansari Kab. Bogor ke dalam Ponpes Ibnu Mas’ud, menyikapi peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih di depan Ponpes. (Baca juga: Soal Bendera Rasulullah, Propaganda Bohong HTI dan ISIS)

B. Kegiatan dihadiri oleh:

1. Camat Tamansari Drs. Ahmad Sofyan, M.M

2. Kapolsek Tamansari Iptu Nurhidayat

3. Danpos Tamansari Peltu Pranowo

4. Ketua MUI Kec. Tamansari H. Tata Badrodin

5. Ketua KUA H. Hudri

6. Kades Sukajaya Wahyudin Sumardi

7. Kades Sukajadi Alan Sumarna

8. Kades Sukaresmi H. Ating

9. Kades Sukaluyu Sarif

10. Kades Tamansari Gumilar Suteja

11. Kades Pasir Eurih Adang

12. Kades Sirnagalih Amat Suparta

13. Kades Sukamantri M. Arsya Mardjdja

14. Cucun Sunan Nasai Pimpinan Ponpes Daarul Fikri Andalusy

15. Babinsa se Kec. Tamansari

16. Pol PP Kec. Tamansari

17. Staff desa Sukajaya

18. Warga Masyarakat Kp. Jami desa Sukajaya

Dari pihak Ponpes Ibnu Masud:

1. Mudir/Kepala Sekolah: Mashadi Ilyas1. Mudir/Kepala Sekolah: Mashadi Ilyas

2. Bagian Humas: Jumadi

C. Inti dari pertemuan terebut guna mengklarifikasi terkait peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih yang diduga kuat dilakukan oleh salah satu penghuni ponpes. Dimana pihak Ponpes masih bersikukuh bahwa mereka ataupun orang-orang dalam Ponpes tidak tahu soal pembakaran umbul-umbul tersebut. (Baca juga: TEGAS! Guru Radikal Pelarang Hormat Bendera Dicabut Hak Mengajarnya)

D. Pukul 12.00 Wib kegiatan berakhir situasi kondusif, namun warga sudah banyak yang berdatangan diluar Ponpes.

E. Sekira pukul 12.30 wib jumlah warga terus bertambah, terkonsentrasi di luar gerbang depan ponpes, dan terjadi pemblokiran jalan di depan ponpes.

F. Sekira pukul 12.40 wib, Wakapolres Kabupaten Bogor memasuki Ponpes didampingi 1 regu Dalmas

G. Sekira pukul 12. 50 wib didalam masjid ponpes ibnu mas’ud Camat Tamansari mengajak dialog pengurus dan santri ponpes. Suasana memanas diluar ponpes, dimana massa berjumlah sekitar 300 orang menuntut penutupan ponpes.

H. Pukul 13.00 wib Sat Reskrim reosrt Kab Bogor melakukan penggeledahan di kamar terduga pembakar umbul-umbul merah putih.

I. Sekira pukul 13. 10 wib terduga pembakaran umbul-umbul An. Yusuf, 24 thn, alamat Dayeuh Kolot Bandung, sebagai pengajar ilmu fiqih & bhs arab, dibawa keluar oleh sat Resrimkrim Resort kab Bogor, menggunakan R4 Perintis dengan pengawalan pasukan dalmas. Situasi mulai memanas, massa mulai melempari atap Ponpes Ibnu Mas’ud. Namun terduga pelaku bisa dibawa keluar. (Baca juga: Kibarkan Bendera Merah Putih Terbalik, PKS Banjir Kecaman)

J. Pukul 13.25 wib, pihak ibnu mas’ud membacakan surat pernyataan yang dibuat oleh perwakilan ponpes ibnu mas’ud humas sdr. Jumadi yang isinya:

SURAT PERNYATAAN

ATAS NAMA IBNU MAS’UD TENTANG PEMBUBARAN PESANTREN IBNU MAS’UD DAN MENINGGALKAN TEMPAT / PESANTREN.

KAMI ATAS NAMA SELURUH PENGURUS DAN SANTRI SERTA STAF PENGAJAR IBNU MAS’UD BERSEDIA UNTUK MENINGGALKAN PESANTREN INI DAN MEMBUBARKAN KEGIATAN PESANTREN IBNU MAS’UD SAMAPAI DENGAN 17-09-2017.

DEMIKIAN PERNYATAAN INI KAMI BUAT DENGAN PENUH KESADARAN DAN TANGGUNGJAWAB DAN BUKAN ATAS TEKANAN DARI SIAPAPUN

BOGOR, 17 AGUSTUS 2017

JUMADI: TANDA TANGAN DI ATAS MATERAI 6000

MASYHUDI: TANDA TANGAN

WAHYUDIN SUMARDI: TANDAN TANGAN

SAKSI: MASYARAKAT

K. Pukul 13.30 wib Kades Sukajaya wahyudin sumardi, memberikan pengumuman kepada massa yang berunjuk rasa bahwa ponpes ibnu mas’ud akan ditutup dengan batas waktu 1 bulan, dan menghimbau massa tidak bertindak anarkis dan membubarkan diri dengan tertib. Massa menyambut keputusan tersebut dengan antusias. Sekira pukul 13.45 wib massa mulai membubarkan diri dari depan ponpes dengan aman dan tertib, situasi kondusif. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Dafid Fuadi

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: