News Ticker

Penasihat Politik Bashar Assad: Konflik Suriah Mendekati Titik Akhir

Sabtu, 19 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Penasihat politik dan media untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa militansi enam tahun di negaranya hampir berakhir karena negara-negara Barat mengurangi dukungan mereka terhadap kelompok-kelompok teroris Takfiri, dan bersumpah bahwa pasukan pemerintah akan terus berperang melawan kekuatan “tidak sah”, apakah Turki atau Amerika. (Baca juga: Sekjen Hizbullah; Netanyahu Berusaha Akhiri Misi Rusia di Suriah)

Berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan berita televisi al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon pada hari Jumat, Bouthaina Shaaban mengatakan peresmian Damaskus International Fair dan partisipasi regional membuktikan sebuah “titik balik” dalam krisis yang disponsori Barat.

Dia menambahkan bahwa perang telah mencapai “tahap kedua dari belakang” karena kekuatan Barat yang mendukung militan mengubah kebijakan mereka. (Baca juga: Mantan Dubes AS Untuk Suriah: Assad Akan Menang dan Menggagalkan Upaya AS)

“Ini merupakan kekalahan bagi proyek mereka, tapi itu tidak berarti bahwa kita telah memenangkan perang sepenuhnya. Kami baru saja berada di awal perjalanan menuju rekonstruksi dan pembangunan kembali Suriah,” komentar Shaaban.

Pejabat senior Suriah tersebut kemudian mengkritik Turki karena telah mensponsori teroris, dengan alasan bahwa pemerintah Ankara mengatakan satu hal tapi melakukan yang lain. Shaaban menuduh Turki bermain dengan semua partai untuk memenangkan peran regional melalui penghancuran Suriah. (Baca juga: Bashar Assad: Kemenangan Aleppo “Langkah Besar” Akhiri Terorisme di Suriah)

“Kehadiran tentara Turki adalah serangan yang akan kita bahas pada waktu yang tepat,” katanya, dan menambahkan bahwa Damaskus menolak peran Ankara di zona de-eskalasi karena Ankara mencoba untuk melegitimasi kehadirannya. “Sama seperti kita mengalahkan terorisme, kita akan melawan kehadiran tidak sah di tanah kita, entah itu Amerika Serikat atau Turki,” kata Shaaban. Shaaban menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan bisa menerapkan rencana untuk menghancurkan Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: