News Ticker

AS Perpanjang Sanksi terhadap Korea Utara

Rabu, 23 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Amerika Serikat memperpanjang daftar sanksi terhadap Korea Utara dengan menambahkan perusahaan Gefest-M yang berbasis di Moskow dan empat individu. Daftar yang diperbarui ini telah diposting di situs Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS (OFAC) pada hari Selasa. (Baca juga: Dikecam Korut, AS dan Korsel Tetap Jalankan Latihan Militer Gabungan)

TASS melaporkan pada Selasa (22/08) bahwa sanksi pembatasan dikenakan kepada direktur umum Gefest, Ruben Kirakosyan. Perusahaan ini berurusan dengan penjualan logam campuran dan biji baja. Sanksi juga dikenakan pada Andrei Serbin, Mikhail Pisklin dan Irina Huish.

Selain itu, sanksi juga mencakup perusahaan China, Singapura dan Namibia dan seorang warga China. OFAC dalam pernyataannya menyebut bahwa alasan dikenakannya sanksi ini kepada mereka adalah karena mereka telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dari Korea Utara. (Baca juga: Analis: Hadapi Korut, Kekuatan AS Hanya di Level Adu Mulut Lewat Medsos)

Awal bulan ini, Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang berisi paket sanksi ekonomi terbaru terhadap Korut, Iran dan Rusia yang bernama “Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act”.

“UU ini mengirim pesan yang jelas kepada Korut bahwa rakyat Amerika tidak akan mentolerir perilaku berbahaya dan tidak stabil mereka,” kata Trump saat meneken UU tersebut. Korut yang dipimpin Kim Jong-un mengutuk langkah Washington yang mereka sebut sebagai tindakan kriminal. (Baca juga: Digertak AS, Korut Balas Mengancam)

”Tindakan AS yang sangat menyukai sanksi dan mengacungkan sanksi kepada negara-negara berdaulat lainnya tidak lebih baik dari pada seorang hooligan (berandal) yang tidak dapat diizinkan oleh hukum internasional,” lanjut Kementerian Luar Negeri Korut, yang dikutip Sabtu (5/8/2017).

Pyongyang beralasan bahwa Washington hanya takut dengan kemajuan pesat program nuklir dan rudal Korut, yang mencapai realitas yang tak terbantahkan untuk memiliki bom atom dan bom hidrogen, serta sarana balistik antarbenua untuk mengantarkannya. Pyongyang menjelaskan bahwa sanksi AS tidak akan pernah efektif di Korea Utara.

”Kampanye sanksi oleh AS bisa dilakukan di negara lain, tapi tidak pernah dengan DPRK,” imbuh Kementerian Luar Negeri Korut. Kementerian tersebut menyarankan Washington untuk fokus pada isu nasionalnya daripada menjatuhkan sanksi tanpa harapan terhadap Korut. (ARN)

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on AS Perpanjang Sanksi terhadap Korea Utara

  1. Reblogged this on arrahmahnewsindonesia and commented:
    Amerika Perpanjang Sanksi Atas Korut

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: