News Ticker

Sanksi Baru Amerika Berpotensi Hancurkan Ekonomi Venezuela

Sabtu, 26 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON DC – Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi baru yang berpotensi menghantam ekonomi Venezuela, dengan melarang bank-bank melakukan transaksi keuangan baru dengan pemerintah atau perusahaan minyak milik negara PDVSA. (Baca juga: Maduro Atas Sanksi AS: Ini Ilegal dan Kurang Ajar)

Gedung Putih pada hari Jumat mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif “menerapkan sanksi finansial baru yang keras ” kepada pemerintah Venezuela.

“Tindakan baru presiden tersebut melarang transaksi hutang dan ekuitas baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara bagiannya,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

“Sanksi ini juga melarang transaksi obligasi tertentu yang dimiliki oleh sektor publik Venezuela, serta pembayaran dividen kepada pemerintah Venezuela,” tambah pernyataan itu lebih lanjut.

Gedung Putih mengklaim tindakan AS ini “dikalibrasi dengan hati-hati” untuk memutuskan aliran dana kepada pemerintah Presiden Nicolas Maduro. (Baca juga: Maduro ke Trump: Hentikan Campur Tangan atau Hengkang dari Venezeula)

Menanggapi langkah AS tersebut, Maduro mengatakan bahwa dia akan menanggapi dengan “kekuatan dan martabat,” menambahkan bahwa dia akan mengumumkan langkah-langkah untuk memerangi “blokade” tersebut dalam pidatonya yang akan ditayangkan di televisi.

“Kita harus menanggung pengorbanan, tapi kita harus melindungi negara dan tanah air yang berdaulat ini untuk memecahkan blokade,” katanya.

Langkah baru yang diumumkan oleh Gedung Putih itu melarang urusan bisnis dengan pemerintah Venezuela dan raksasa minyak negara, juga melarang transaksi obligasi tertentu yang dimiliki oleh sektor publik Venezuela. (Baca juga: Assad-Maduro, Sosok Pemimpin yang Komitmen Jaga Kedaulatan Negara)

Venezuela telah dikacaukan oleh kerusuhan selama beberapa bulan dalam sebuah krisis yang disebabkan oleh ketidaksepakatan politik – termasuk pembentukan Majelis Konstituante Nasional.

Oposisi menuduh pemerintah Maduro harus dipersalahkan atas krisis tersebut, namun pemerintah menyatakan pihak asing dan “teroris sayap kanan” adalah pelaku kerusuhan tersebut. Maduro menegaskan bahwa diperlukan sebuah konstitusi baru “untuk memulihkan perdamaian,” menghentikan oposisi dari melakukan “kudeta,” dan menangani masalah sosial dan ekonomi negara tersebut. Ia berulang kali mengecam apa yang ia sebut “campur tangan imperialis” Amerika Serikat. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: