News Ticker

Bocah Yaman dalam Demo Anti-Saudi: Berhenti Membunuh Anak-anak!

Minggu, 27 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, SANA’A – Ribuan warga melakukan demonstrasi di Sana’a untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap serangan udara Saudi baru-baru ini yang menghantam daerah perumahan di ibukota Yaman itu, dimana belasan orang, termasuk wanita dan anak-anak terbunuh. (Baca juga: Saudi Terus Bantai Anak-anak Yaman)

Para demonstran berkumpul di lokasi serangan udara mematikan di lingkungan selatan Faj Atan pada hari Sabtu (26/08), sehari setelah pesawat tempur Saudi membombardir dua bangunan tempat tinggal di sana, menewaskan 14 warga sipil, termasuk dua wanita dan enam anak, serta melukai 16 lainnya.

Para pemrotes juga membawa spanduk-spanduk, di mana slogan anti-Saudi ditulis. Anak-anak juga terlihat di antara para demonstran, beberapa di antaranya membawa spanduk bertuliskan, “Berhenti membunuh anak-anak!”

Banyak aktivis hak asasi manusia juga ikut ambil bagian dalam demonstrasi tersebut, meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melancarkan penyelidikan atas kejahatan Saudi terhadap warga sipil Yaman. (Baca juga: Bungkamnya Media Barat dan Saudi Dihadapan Jerit Tangis Kelaparan Ratusan Ribu Anak Yaman)

“Kami menganggap agresi ini sebagai kejahatan, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang yang dilakukan terhadap orang-orang Yaman. Saya terkejut mengetahui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Human Rights Watch atau organisasi internasional lainnya yang berbicara tentang berbagai kejahatan lain padahal orang-orang Yaman menderita kejahatan dan pembantaian sejak hari pertama agresi sampai hari ini,” kata Mohammed Ali al-Houthi, ketua Dari Komite Revolusi Tertinggi Yaman.

“Dalam laporan mereka, semua aktivis Yaman menuntut dibentuknya sebuah komisi internasional yang netral untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil,” kata Hashem Sharafuddin, seorang aktivis hak asasi manusia. Jaksa Agung Yaman, Abdulaziz Al-Baghdadi, yang juga menghadiri demonstrasi tersebut, menggambarkan kejahatan tersebut yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. (Baca juga: Analis: Saudi Berusaha Mengubah Yaman Menjadi Negara Boneka)

Sementara itu, Militer Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan langka yang dilaporkan oleh Kantor berita resmi Saudi, menyebut bahwa “kesalahan teknis ada di balik” serangan udara Jumat yang mematikan itu, mengakui bahwa puluhan orang Yaman telah kehilangan nyawa mereka karena kesalahan yang disebut

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) juga mengecam keras serangan udara tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya “sangat terkejut dan sedih” karena pembantaian yang terjadi. Pada tanggal 23 Agustus, serangan Saudi lainnya terhadap sebuah hotel di distrik Arhab di provinsi Sana’a menewaskan hampir 50 orang dan melukai puluhan lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: