Berita Terbaru

The Independent: Media Saudi Konyol dan Penyebar Hoax

Minggu, 27 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, LONDON – Surat kabar Inggris, the Independent, dalam laporannya menunjukkan peran media Saudi dalam krisis Qatar yang dipenuhi dengan berita-berita palsu dan konyol.

Baca: Tiru Saudi, Israel Akan Blokir Media Al-Jazeera Milik Qatar

Laporan itu diawali dengan mengangkat komentar pendiri WikiLeaks, Julian Assange, yang mengkritik kinerja media Saudi, terutama saluran Al-Arabiya dalam menangani krisis Qatar.

Asange telah menerbitkan tweet di situs jejaring sosialnya Twitter, yang menyebut bahwa kantor berita Saudi, Al-Arabiya, telah menerbitkan berita palsu yang semakin banyak setelah eskalasi krisis Qatar. Assange meminta saluran tv itu bertanggung jawab karena telah memalsukan berita dengan menyebut telah mengutip pernyataanya bahwa Qatar membayar sejumlah besar uang ke dua situs, agar tidak mempublikasikan berita bahwa Qatar mendukung sejumlah teroris yang dicari AS, dimana hal itu dibantah Assange.

Kemudian, stasiun TV Arab itu juga melakukan serangan yang konyol terhadap The Independent dan Newsweek akhir pekan lalu. Kedua media itu sebelumnya telah melaporkan kemarahan yang meluas pada video animasi Al Arabiya yang menunjukkan sebuah pesawat penumpang Qatar Airways ditembak jatuh oleh sebuah jet Saudi karena masuk ke wilayah udara kerajaan.

Baca: Saudi Beli Media Barat 500.000 Dolar Pertahun Untuk Tutupi Kejahatannya

Namun, dalam penyangkalan yang ekstrem, Al Arabiya kemudian melancarkan serangan ‘aneh’ yang mengklaim bahwa “media Barat” itu telah “menyesatkan” laporan yang disampaikan oleh rekaman tersebut.

Dikatakan video tersebut dimulai dengan sebuah jet Saudi yang memaksa sebuah pesawat jet penumpang – dengan logo Qatar Airways di satu sisinya, untuk mendarat karena memasuki wilayah udaranya.

Ini diikuti oleh tampilan kedua di mana sebuah rudal ditembakkan ke sebuah pesawat terbang di udara. Tapi pada kesempatan ini logo Qatar Airways pesawat telah dilepas. Jadi, maksudnya, mereka mencoba untuk mengklaim, bahwa yang dirudal itu bukan pesawat Qatar.

Baca: Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi; TV Al-Jazeera dan Al Arabiyyah Berperan Aktif Ciptakan Arab Spring

The Independent menyebut adalah hal yang sangat konyol jika Al-Arabiya berpikir bisa membelokkan opini publik dengan pembelaan seperti itu. Ini adalah urutan video animasi yang sama, sulih suara yang sama yang berbicara tentang apa yang bisa dilakukan Arab Saudi di bawah hukum internasional jika sebuah pesawat Qatar masuk ke wilayah udaranya, itu pesawat yang sama, dengan atau tanpa logo.

Jika berjalan seperti bebek, berenang seperti bebek dan bersuara seperti bebek, maka tentu saja itu bebek. Ditambah, siapakah lagi yang pesawatnya dilarang Saudi masuk ke perbatasannya, jika bukan Qatar?

The Independent juga menunjuk pada usaha Arab Saudi melalui saluran al-Arabiyahnya untuk secara konyol mengangkat pamor sepupu Emir Qatar, Sheikh Abdullah Al-Thani, dengan membuatnya seolah sebagai tokoh penengah yang mengatasi krisis para peziarah haji di Qatar. Sepupu Emir yang disebut-sebut digunakan sebagai alat bin Salman untuk melakukan Kudeta namun gagal itu digambarkan sebagai alternatif yang mungkin bagi kepemimpinan Qatar menggantikan Emir saat ini.

Terlalu menggelikan jika Saudi serius berpikir untuk menggulingkan keluarga penguasa Qatar dengan mnggunakan sepupu Emir yang tinggal di Saudi dan menikahi wanita Saudi itu sebagai alternatif. Namun lagi-lagi Al Arabiya dengan konyolnya mengangkat hal ini dengan laporan berjudul: “Sheikh Abdullah Althani yang bijak, ‘Cahaya di ujung terowongan’.”

Kenyataannya adalah terbalik. Popularitas Emir Qatar, Sheikh Tamim, justru melonjak sejak ia membela negaranya dari tekanan Saudi pada awal Juni lalu, dimana ia bahkan digambarkan sebagai Che Gueveranya Qatar.

Baca: Kerajaan Saudi Berada Diambang Kehancuran

Bahkan situs Al Bawaba, yang berbasis di Yordania namun memiliki kantor di banyak dunia Arab menanggapi laporan Al’Arabiya itu dengan sindiran, “Gaya Berita Palsu Krisis Teluk: Tidak Al Arabiya, Warga Qatar Tidak menginginkan Emir Mereka untuk turun”.

Dalam laporannya, Al Bawaba mencatat: “Pada pemeriksaan lebih dekat, tweet yang disematkan di Al Arabiya dengan Hastaq Tamin Harus Pergi, tampaknya berasal dari akun-akun Saudi. Sebenarnya, pencarian cepat dari hashtag “Tamin Harus Pergi” justru dengan cepat mengungkapkan bahwa orang-orang Qatar membanjiri Twitter sebagai gantinya dengan cemoohan terhadap hashtag itu, dan dukungan untuk Emir mereka. “

Laporan the Independent itu menekankan bahwa saat ini penerbitan berita-berita tidak masuk akal dan konyol seperti itu telah menjadi sesuatu yang biasa dilakukan Al-Arabiya. The Independent juga menyinggung permintaan Arab Saudi dalam 13 daftar yang diajukan untuk Qatar dimana salah satunya adalah menutup saluran tv al-Jazeera.

Surat kabar itu berandai-andai apa yang akan terjadi jika Qatar setuju untuk menutup Al-Jazeera, dengan syarat Al-Arabiya juga ditutup, menegaskan perbedaan antara kedua saluran tersebut. Al-Jazeera oleh the Independent digambarkan sebagai organisasi berita yang dihormati, sementara Al-Arabiya disebut sebagai kantor berita yang “konyol”. (ARN)

About ArrahmahNews (11367 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: