News Ticker

Seperti Indonesia Tolak Teror, Ratusan Ribu Warga Barcelona Teriakkan “Kami Tidak Takut”

Senin, 28 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, BARCELONA – Ratusan ribu demonstran damai membanjiri jantung kota Barcelona pada hari Sabtu (26/08) waktu setempat, meneriakkan slogan “Kami tidak takut”, sebagai sebuah bentuk penolakan publik terhadap kekerasan menyusul serangan ekstremis yang menewaskan 15 orang,. Kekerasan paling mematikan di Spanyol dalam lebih dari satu dekade.

Baca: Indonesia Kecam Aksi Teror di Barcelona

AP melaporkan bahwa para petugas darurat, supir taksi, polisi dan warga biasa yang segera membantu setelah serangan pada 17 Agustus di jalan raya Las Ramblas yang terkenal di kota itu memimpin pawai tersebut. Mereka membawa spanduk di sepanjang jalan dengan huruf kapital hitam bertuliskan “No Tinc Por,” yang berarti “Saya tidak takut” dalam bahasa Katalan setempat.

Ungkapan itu berkembang dari jawaban spontan warga sipil terhadap kekerasan tersebut yang kemudian menjadi sebuah slogan yang disetujui oleh seluruh kelas politik Spanyol dengan suara bulat.

Otoritas pusat, regional dan lokal Spanyol mencoba untuk menunjukkan semangat persatuan pada hari Sabtu kemarin, dengan berjalan di belakang pekerja darurat, meskipun sebelumnya mendapat kritik bahwa pemerintah nasional dan regional tidak berbagi informasi tentang penyerang dengan cukup baik satu sama lain.

Bahkan, yang pertama untuk seorang raja Spanyol, Raja Felipe VI bergabung dalam demonstrasi publik, bersama dengan Perdana Menteri Mariano Rajoy dan pejabat daerah Spanyol dan Catalan lainnya. Polisi Barcelona mengatakan sekitar 500.000 orang datang untuk ikut berdemonstrasi pada hari Sabtu itu.

Baca: Serangan Teroris di Barcelona, 13 Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Van

Kelompok teroris ISIS telah mengklaim serangan MOBIL di Barcelona itu, sebelum beberapa jam kemudian di kota pesisir Cambrils juga terjadi serangan yang menewaskan 15 orang dan melukai 120 lainnya. Penyelidikan terhadap sel ekstremis di balik serangan tersebut telah menunjukkan bahwa kelompok tersebut merencanakan pembantaian yang lebih mematikan namun secara tidak sengaja meledakkan sebuah rumah di Alcanar di mana bahan peledak dan tank gas disimpan.

Delapan tersangka tewas, dua dipenjara di bawah tuduhan terorisme dan pembunuhan dan dua lainnya dibebaskan oleh hakim namun akan terus diselidiki.

Pihak berwenang medis mengatakan pada hari Sabtu mengatakan bahwa 22 orang yang terluka dalam serangan tersebut masih dirawat di rumah sakit. Enam di antaranya masih dalam kondisi kritis.

Di kota Ripoll, di timur laut, rumah bagi kebanyakan penyerang, anggota komunitas Muslim setempat dan penduduk lainnya juga berkumpul pada hari Sabtu di alun-alun untuk mengutuk serangan mematikan tersebut. Terletak di kaki pegunungan Pyrenees, menurut penyidik, kota ini merupakan tempat sebagian besar tersangka yang berada di bawah pengaruh seorang Imam radikal.

Saudara perempuan dari dua tersangka ekstremis tersebut memberikan pidato emosional yang berterima kasih kepada tetangganya atas dukungan yang ditunjukkan pada keluarga Muslim di Ripoll.

Baca: Kecam Teror Barcelona, Putin Seru Masyarakat Internasional Gabung Lawan Terorisme

“Kami berbagi kesedihan dan kebutuhan yang sama untuk memahami apa yang terjadi,” kata Hafida Oukabir, yang adik laki-lakinya Moussa ditembak mati oleh polisi di Cambrils dan yang kakak laki-lakinya Driss berada dalam tahanan menghadapi tuduhan terorisme. “Kita semua harus bekerja sama untuk menghentikan ini terjadi lagi.” Ucapannya yang terisak disambut tepuk tangan.

Semangat warga Barcelona dalam menolak teror ini sama seperti semangat warga Indonesia yang menyuarakan penolakan mereka terhadap teror para ekstremis dengan meneriakkan dam meramaikan slogan “Kami tidak takut” baik secara langsung maupun di media sosial, dalam beberapa kali serangan teror di Indonesia. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: