News Ticker

Rusia: Sanksi AS Bertujuan Lumpuhkan Ekonomi Venezuela

Selasa, 29 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Rusia mengatakan bahwa sanksi anti-Venezuela sengaja diberikan AS untuk mengganggu keseimbangan internal negara tersebut dan menciptakan masalah ekonomi, menekankan bahwa apa yang dilakukan AS tidak akan menghentikan Rusia untuk bekerjasama dengan Venezuela.

Baca: Sanksi Baru Amerika Berpotensi Hancurkan Ekonomi Venezuela

“Kami benar-benar menentang sanksi sepihak terhadap negara-negara berdaulat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

“Langkah terakhir mengenai tekanan finansial terhadap Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro dikenakan oleh Washington pada saat negara tersebut menunjukkan tanda-tanda stabilisasi politik internal yang relatif setelah pemilihan ke Majelis Konstituante Nasional, demonstrasi jalanan sedikit mereda dan jadwal pemilihan yang akan datang, termasuk gubernur dan presiden, telah selesai, “tambahnya.

Baca: Lavrov: Krisis Venezuela Harus Diselesaikan Tanpa Tekanan dari Luar

“Sanksi tersebut tidak akan mempengaruhi Moskow untuk bekerjasama dengan Cracas,” tandas Zakharova sebagaimana dikutip TASS pada hari Senin (28/08).

Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang berurusan dengan Venezuela, sebuah tindakan yang oleh Gedung Putih disebut sebagai langkah untuk menghentikan pembiayaan “kediktatoran” Presiden Nicolas Maduro.

Baca: Venezuela Kecam Ancaman Militer Trump Sebagai ‘Tindakan Kegilaan’

Maduro mengatakan AS berusaha untuk melumpuhkan ekspor minyak melalui sanksi dan “blokade angkatan laut” di negara Amerika Latin tersebut. Ia juga mengatakan bahwa AS dan sekutu-sekutunya di kawasan tersebut sedang mengobarkan ketidakstabilan untuk menjatuhkan pemerintahannya.

Ketegangan politik di Venezuela meningkat baru-baru ini setelah Caracas mengumumkan rencana untuk membentuk Majelis Konstituante untuk mengambil alih parlemen yang dikuasai oposisi dan menulis ulang konstitusi. Pihak oposisi mengklaim bahwa langkah tersebut sebagai upaya terang-terangan oleh Maduro untuk mengumpulkan kekuasaan. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: