News Ticker

SADIS! Perawat Jerman Ini Bunuh Lebih dari 90 Pasien untuk Bersenang-senang

Selasa, 29 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, OLDENBURG – Seorang perawat laki-laki yang dipenjara seumur hidup dua tahun lalu karena membunuh dua pasien rumah sakit dengan menyuntikkan obat-obatan terlarang ternyata telah membunuh setidaknya 90 pasien secara total, dan mungkin dua kali lebih banyak. Polisi Jerman menyebutnya sebagai pembunuhan terburuk yang dilakukan pasca perang Jerman.

Baca: HEBOH! Netanyahu akan Segera Diinterogasi atas Dua Kasus Kriminal

Niels Hoegel, 40, dipenjara pada bulan Februari 2015 atas dua pembunuhan dan empat tuduhan percobaan pembunuhan atau menyebabkan kerusakan fisik pada pasien perawatan intensif di rumah sakit Delmenhorst di dekat kota utara Bremen.

Polisi mengatakan pada hari Senin (28/08) sebagaimana dilaporkan AFP, bahwa ahli forensik telah mengumpulkan dan menganalisis lebih dari 130 jenazah dan telah menemukan bukti jumlah kematian yang jauh lebih tinggi di dua rumah sakit di mana Hoegel pernah bekerja antara tahun 1999 hingga 2005.

Baca: SADIS! Pemuda Inggris Dipukul dan Dimutilasi Hingga Mati Karena Dikira Alien

“Hasil yang bisa kami dapatkan sangat mengerikan, hal itu melampaui apa yang bisa kami bayangkan,” kata Johann Kuehme, kepala polisi di kota Oldenburg, tempat dimana rumah sakit lainnya berada.

“Jumlah korban tewas adalah langka dalam sejarah republik Jerman,” kata Arne Schmidt kepala penyidik kepolisian dalam kasus tersebut, , menambahkan bahwa Hoegel membunuh “tanpa pola yang jelas” dan menyasar terutama pada mereka yang berada dalam kondisi kritis.

Ada “bukti untuk setidaknya 90 pembunuhan, dan banyak (dugaan) kasus yang sudah tidak dapat dibuktikan lagi,” katanya dalam sebuah konferensi pers, menyatakan dirinya “tidak sanggup berkomentar” melihat hasilnya.

Baca: Inilah Potret Sadis Agresi Saudi di Yaman

Kepada polisi setempat, Hoegel mengakui dirinya menyuntik para korban dengan obat mematikan yang bisa memicu gagal jantung atau terhentinya peredaran darah. Saat pasien-pasien yang disuntiknya itu kritis, Hoegel akan berupaya menyelamatkannya dan jika berhasil, dia akan dipuji-puji sebagai penyelamat di mata rekan-rekan kerjanya.

Hoegel awalnya mengaku melakukan tindakan keji ini karena bosan. Namun kemudian dia mengaku merasakan euforia saat dirinya berhasil menyelamatkan pasien yang sekarat. Hoegel juga menyebut dirinya merasa hancur saat dirinya gagal menyelamatkan nyawa pasiennya. Berbekal pengakuan ini, polisi dan jaksa melakukan penyelidikan khusus untuk memeriksa kematian para pasien di rumah sakit tempat Hoegel pernah bekerja. (ARN)

About ArrahmahNews (12536 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: