News Ticker

62 Organisasi HAM Desak PBB Tuntut Agresi Kejam Saudi di Yaman

Kamis, 31 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, NEW YORK – Lebih dari lima puluh kelompok hak asasi manusia mengajukan petisi kepada perwakilan tetap dan anggota pengamat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menuntut penyelidikan independen terhadap krisis kemanusiaan terburuk, dan mungkin paling tidak dilaporkan di dunia: konflik berdarah di Yaman dan konsekwensi terhadap kesehatan masyarakatnya.

Amnesty International, Human Rights Watch dan 60 pengawas hak asasi manusia lainnya dari seluruh dunia menandatangani sebuah surat kepada dewan PBB itu untuk kembali mendesak segera diadakannya penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum internasional di Yaman, di mana koalisi pimpinan Saudi telah melancarkan serangan ke negara itu sejak tahun 2015.

Angkatan Laut AS telah mendukung jet-jet tempur koalisi Saudi dengan mengisi bahan bakar di udara saat mereka melakukan serangan bom di Yaman, dan serangan pesawat tak berawak AS telah menargetkan elemen teroris di negara tersebut. Koalisi yang dipimpin Saudi mencakup dukungan dari Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, Maroko, Mesir, Senegal dan Sudan.

Baca: PBB: Koalisi Pimpinan Saudi Membunuh Lebih dari 500 Anak-anak Yaman pada Tahun 2016

Sementara Pentagon tidak mengungkapkan lokasi serangan pesawat tak berawak sebagai masalah kebijakan, Long War Journal melaporkan bahwa selama dua hari periode Maret 2017, kendaraan udara tak berawak AS dan pesawat konvensional mereka telah melakukan lebih dari 30 serangan udara di Yaman.

“Memperjelas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Yaman merupakan langkah ke arah yang benar,” ungkap pendiri CODEPINK, Madea Benjamin, kepada host Radio Sputnik Loud & Clear, Brian Becker pada hari Rabu (30/08).

Baca: Anak-anak Yaman Gelar Demo di Depan Kantor PBB di Sana’a

“Apa pun yang bisa kita lakukan untuk membawa perhatian pada situasi ini, apapun yang bisa kita lakukan untuk mempermalukan Saudi atas tindakan mengerikan mereka yang membunuh orang setiap hari, apapun yang bisa kita lakukan untuk mempermalukan Amerika Serikat karena telah membantu mereka, dan menyoroti apa yang diderita orang-orang di Yaman, adalah bagus, “kata Benjamin.

“Selain faksi-faksi yang bertikai di negara ini, kelaparan dan wabah kolera sebagai telah membuat kondisi masyarakat Yaman dalam krisis kemanusiaan parah. Menurut data yang diperbaharui 24 Agustus oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, 540.000 kasus dugaan kolera telah dilaporkan di Yaman, menyebabkan setidaknya 2.000 kematian. Enam puluh persen penduduk Yaman, atau sekitar 17 juta orang, dikelompokkan sebagai orang yang hidup dalam situasi “tidak cukup pangan,” OCHA menambahkan.

Baca: Badan HAM PBB: Warga Sipil Yaman Terperangkap dalam Bencana Kemanusiaan Tak Tertahankan

Sekitar 27 persen anak-anak Yaman tidak dapat bersekolah karena data menunjukkan fasilitas sekolah mengalami terlalu banyak kerusakan akibat konflik, sementara 73 persen guru berhenti menerima gaji setelah Oktober 2016.

HRW melaporkan pada bulan Mei bahwa tentara bayaran Saudi loyalis Hadi dan pasukan keamanan yang didukung Uni Emirat Arab telah menculik dan menghilangkan ratusan orang selama agresi. Menurut sebuah penyelidikan Associated Press, Pasukan keamanan UEA dan loyalis Hadi dukungan Saudi-AS mengoperasikan 18 penjara klandestin dimana ribuan tersangka telah disiksa atau dibunuh. (ARN)

About ArrahmahNews (12487 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: