NewsTicker

Assad: Beberapa Negara Stop Pendanaan Teroris Pasca Kemenangan Tentara Suriah

Kamis, 31 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, DAMASKUS – Bashar Assad mengatakan bahwa kemenangan tentara Suriah membuat beberapa negara asing menghentikan pembiayaan “teroris” di negara tersebut, sehingga mengubah pendirian mereka dalam konflik tersebut.

Baca: Presiden Lebanon: Bashar Assad Juru Selamat Rakyat Suriah

Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa kemenangan tentara Suriah dan sekutunya mengenai teroris telah mengakibatkan beberapa negara bagian melepaskan dukungan mereka untuk “teroris” di negara tersebut.

“Beberapa negara telah mengubah posisi mereka dalam kaitannya dengan kemenangan tentara Suriah dan sekutu-sekutunya. Yang terpenting, beberapa negara telah mengambil tindakan yang bertujuan untuk menekan pembiayaan teroris yang tersisa di Suriah,” kata Assad dalam sebuah pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Jaberi Ansari, seperti dikutip oleh layanan pers presiden.

Presiden Suriah juga mencatat pentingnya bantuan yang diberikan oleh Iran dan beberapa negara lainnya, dan menambahkan bahwa “proyek teror di Suriah telah dikalahkan, dan tidak ada jalan kembali, sampai kemenangan total dan pemulihan perdamaian serta keamanan di seluruh wilayah Suriah”.

Baca: Assad Tegaskan Pemberantasan Terorisme di Suriah adalah Keputusan Rakyat

Presiden Suriah telah berulang kali menuduh beberapa negara Barat dan negara-negara tetangga Suriah yang diduga mendukung teroris yang memerangi pasukan pemerintah dengan finansial.

Awal bulan ini, muncul laporan, yang mengatakan bahwa Turki telah memutuskan untuk mengakhiri dukungannya pada Koalisi Nasional untuk Pasukan Oposisi dan Oposisi Suriah, yang oleh para ahli setempat dianggap sebagai “niat baik Turki terhadap Damaskus.” Namun, Assad mengatakan pekan lalu bahwa Damaskus tidak terpikirkan untuk menjadikan Turki sebagai mitranya.

Baca: Assad: Rakyat Suriah Tetap Teguh Membela Tanah Air Mereka

Suriah telah berada dalam cengkeraman perang sipil selama lebih dari enam tahun. Pasukan pemerintah berperang melawan kelompok oposisi Suriah yang berusaha menggulingkan Assad, serta kelompok ekstremis dan teroris, seperti Front al-Nusra dan ISIS. (ARN)

Sumber: Al-Masdar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: