NewsTicker

Menkominfo: Saracen Penyebar Kebencian dan Pengadu Domba

Selasa, 29 Agustus 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai, kelompok Saracen tak cukup disebut sebagai penyebar hoax. “Saracen layak disebut sebagai penyebar kebencian dan pengadu domba”, kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan, wajar jika polisi menjeratnya dengan berbagai pasal selain hoax, tetapi juga pasal terkait SARA dan sebagainya. Menurut Rudiantara, penilaiannya ini berdasarkan konstruksi konten berita yang disebarkan oleh Saracen kepada publik di dunia maya.

Baca: MUI: Tindakan Saracen Haram dan Melanggar Syariah

“Memberikan berita palsu seolah menyerang suatu kelompok dan mengadu dengan kelompok lain. Jadi ini bukan sekadar hoax,” ujar Rudi. Rudiantara menjelaskan, perbedaan antara berita yang murni hoax dengan yang bertujuan menebar kebencian dan mengadu domba.

Dia mencontohkan, salah satu berita hoax seperti ketika Pilkada Aceh terjadi gempa dan diberitakan seorang anak terselamatkan. “Berita itu sempat viral tetapi ternyata terbukti tidak benar karena kejadiannya di Amerika Selatan”, kata Rudiantara.

Baca: Jokowi Minta Polri Usut Tuntas Kasus Saracen Sampai ke Pemesan dan Donatur

Menurut dia, yang seperti itu merupakan berita yang murni hoaks karena tak ada tendensi untuk menebar kebencian dan mengadu domba. “Kalau hoaks kan hanya berita fake news. Yang tidak benar sekadar tidak benar. Itu hoaks sekadar hoaks. Kalau menurut saya ini lebih dari sekadar hoaks,” lanjut Rudiantara.

Sebelumnya, polisi mengungkap keberadaan kelompok penebar ujaran kebencian dan hoaks beberapa waktu lalu, yakni kelompok Saracen dengan mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan.

Baca: Wiranto: Saracen Harus Ditindak Tegas Karena Bahayakan Keamanan Nasional

Tujuan mereka menyebarkan konten tersebut semata alasan ekonomi. Media-media yang mereka miliki, baik akun Facebook maupun situs, akan mem-post berita atau konten yang tidak sesuai dengan kebenarannya, tergantung pesanan. Para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pihak pemesan. Setiap proposal ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah. Sampai saat ini masih didalami siapa saja yang memesan konten atau berita untuk diunggah di grup maupun situs Saracen. (ARN)

Sumber: Kompas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: