Berita Terbaru

Trump Desak Raja Salman untuk Mencari Solusi atas Kebuntuan dengan Qatar

Jum’at, 1 September 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump telah meminta Raja Saudi Salman dan “semua negara dalam persekutuan anti Qatar” untuk menemukan solusi diplomatik terhadap kebuntuan regional, menurut Gedung Putih.

Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Qatar pada 5 Juni, dengan menuduh Doha mensponsori terorisme dan membuat wilayah tidak stabil.

Blok yang dipimpin Saudi juga telah menjatuhkan sanksi terhadap negara Teluk Persia, termasuk pembatasan pesawat Qatar yang menggunakan wilayah udara mereka. Satu-satunya perbatasan Qatar dengan Arab Saudi juga ditutup.

Dalam sebuah percakapan telepon pada hari Rabu, Trump mengatakan kepada raja Saudi bahwa sebuah resolusi diplomatik diperlukan untuk memenuhi komitmen Washington dan sekutu regionalnya setelah berhasil bersatu dalam memerangi teror, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, para ahli telah memuji krisis Qatar sebagai dampak kunjungan Trump ke Riyadh pada awal Juni. Bahkan Trump sendiri menunjukkan hal ini dalam sebuah tweet selama masa konflik.

“Selama perjalanan saya baru-baru ini ke Timur Tengah, saya menyatakan bahwa tidak akan ada lagi pendanaan untuk Ideologi Radikal,” Trump menulis pada tanggal 6 Juni. “Pemimpin mengerucut pada Qatar – lihat!”

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan sebelum kunjungan tersebut agar membuat Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya di wilayah untuk berdiri dalam “persatuan” dengan Israel dan menghadapi Iran.

Ini mungkin akan menjelaskan dorongan mendadak untuk mengisolasi Doha, dengan dalih bahwa ia memiliki hubungan dekat dengan Iran dan juga gerakan perlawanan Palestina Hamas.

Pandangan Trump terhadap orang-orang Saudi semakin terlihat pada 8 Juni, ketika Gedung Putih mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, memintanya untuk membantu “mencegah pendanaan organisasi teroris dan menghentikan promosi ideologi ekstremis.”

Namun sekarang, tampaknya Gedung Putih kehabisan kesabaran dengan Arab Saudi karena penolakannya untuk menyelesaikan krisis.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan pada hari Rabu bahwa Riyadh dan sekutu regionalnya telah mengabaikan “setidaknya dalam 12 kesempatan berbeda” yang diajukan oleh Qatar untuk pembicaraan mengenai penyelesaian jalan buntu.

Tekanan yang sangat besar tampaknya telah gagal membuat Qatar berlutut, karena negara tersebut telah memperkuat hubungan dengan Iran dan pemain regional lainnya seperti Turki. [ARN]

About ArrahmahNews (11405 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: