News Ticker

Pendiri Bulan Sabit Merah Yaman Meninggal Karena Minimnya Fasilitas Medis

Sabtu, 02 September 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, YAMAN – Pendiri Masyarakat Bulan Sabit Merah Yaman telah meninggal karena kurangnya akses terhadap pengobatan yang dapat menyelamatkan jiwa, dimana infrastruktur kesehatan negara telah ambruk selama perang yang dipimpin oleh Saudi dan blokade terhadap negara miskin tersebut.

Baca: 62 Organisasi HAM Desak PBB Tuntut Agresi Kejam Saudi di Yaman

Abdullah Alkhamesi, 76, meninggal setelah operasi jantung yang gagal di sebuah rumah sakit di ibu kota Yaman pada hari Kamis, anaknya Zubair mengatakan kepada The Guardian pada hari Jumat.

Alkhamesi mendirikan Bulan Sabit Merah pada tahun 1973, dan tetap menjadi sekretaris jendralnya sampai awal tahun 2000 an. Organisasi ini berhasil menyelamatkan nyawa sejumlah besar orang Yaman sejak pendiriannya.

Alkhamesi, yang bekerja dengan badan bantuan internasional di Yaman selama beberapa dekade, juga merupakan mantan ketua serikat dokter Yaman.

Baca: GAME OVER! Perang Yaman Takdir Kehancuran Kerajaan Saudi

Zubair mengungkapkan keterkejutannya atas kematian ayahnya, dengan mengatakan, “Anda marah, Anda tidak dapat melakukan apapun, karena ini bukan kesalahan orang lain, … itu adalah raja Saudi dan Emirat, mereka semua bermain politik.. mereka telah menghancurkan seluruh negeri.”

Pembedahan membutuhkan stent – tabung atau cincin yang dapat diupgrade yang akan digunakan pada arteri yang menyempit. Alkhamesi juga tidak dapat dipindahkan ke luar negeri untuk perawatan, karena blokade yang dipimpin Saudi terhadap Yaman.

Baca: Agresi Barbar Saudi di Yaman Semakin Tak Terkontrol

“Pertama, [rumah sakit] tidak bisa menemukan stentnya. [Kemudian] mereka menemukan satu dan mereka menemukan yang lain, dan mereka membeli beberapa dari seorang perawat India. Biaya Stent biaya mencapai $ 1000, itu gila. Ini adalah uang besar di Yaman. Mereka mengumpulkan semuanya, mereka melakukan operasi dan kemudian dokter mengatakan bahwa dia membutuhkan lebih banyak, tapi mereka tidak memilikinya lagi,” kata Zubair Alkhamesi.

“Dia mendapat stent tapi dia tidak membaik, karena saat itu dia memburuk dan tidak ada cara untuk membawanya ke Kairo, atau Amman, antriannya sangat panjang, ada antrian untuk nama pasien, Saudi telah memblokade udara,” tambahnya.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah memberlakukan blokade angkatan laut dan udara di Yaman. Tidak ada penerbangan komersial dan kurang dari 12 penerbangan kemanusiaan diizinkan mendarat di Sana’a dan Aden setiap minggunya.

Baca: Analis: Perang Yaman Blunder Terbesar Kerajaan Saudi Sepanjang Abad

Menurut PBB, penutupan bandara ibukota berarti 20.000 pasien kehilangan akses terhadap layanan kesehatan yang berpotensi menyelamatkan jiwa di luar negeri. Hanya sedikit penerbangan yang diizinkan untuk mentransfer pasien ke luar negeri setiap bulannya. “Tentu saja, dia meninggal karena kekurangan akses pengobatan penyelamatan jiwa. Sangat sulit untuk mendapatkan apapun di Yaman sekarang … Anda harus pergi dan menyuap orang-orang dan menemukan semuanya melalui pintu belakang, semuanya sangat mahal, dokter akan mengatakan membeli ini sekarang dan pergi kapan-kapan dan sangat sulit untuk menemukan obat ini,” kata Zubair. (ARN)

About ArrahmahNews (12566 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: